7 Rumah Warga Reta-Retak Akibat Pergeseran Tanah

Nanggung – Sebanyak 7 rumah rusak akibat pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Nanggela Tonggoh dan Kampung Dukung Kaung, Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Satu keluarga terpaksa mengungsi akibat rumahnya yang rusak berat.

Menurut data BPBD Kabupaten Bogor, bencana pergeseran tanah terus berlangsung sejak longsor di Kali Cibitung yang terjadi pada Sabtu (13/11/2021) pekan lalu.

Longsor sepanjang 15 meter dengan tinggi 20 meter menyebabkan pergeseran tanah sehingga beberapa unit rumah terdampak. Sebanyak 6 unit di antaranya rusak ringan, sedangkan satu rumah mengalami rusak berat sehingga penghuni mengungsi di rumah kerabat terdekat.

Kepala Desa Nanggung, Ahmad Sodik membenarkan musibah pergeseran tanah di dua wilayah kampung terjadi pada beberapa waktu lalu, namun atas kejadian tersebut pihaknya telah melaporkan ke pihak terkait.

Baca juga:  Gunakan APBD untuk Kelanjutan Proyek RSUD Parung, Dinkes Anggap Sebagai Solusi

“Kampung Nangela RW 07 dengan Kampung Dukuhkawung RW 02 yang terdampak bencana alam pergeseran tanah. Atas kejadian tersebut 7 rumah mengalami kerusakan, yakni 4 rumah di Kampung Nangela Tonggoh 3 rumah di kampung Dukuhkawung,” kata Ahmad Sodik, Minggu (21/11/2021).

Ahmad Sodik menerangkan, dari 7 rumah akibat pergeseran tanah, 4 rumah yang ada di Kampung Nangela Tonggoh kondisinya cukup mengkhawatirkan.

“Karena selain kondisi rumah itu rusak, keberadaan tebingan sekitar kedalaman 80 meter, itu jaraknya tidak jauh dengan rumah korban,” terangnya.

Menurutnya kondisi tersebut sangat membahayakan apalagi ketika hujan turun. “Kami imbau agar tidak menempati rumah tersebut,” tandasnya. (Gus)