Advokat dan Pakar Hukum Bersatu : Rd. Anggi Triana dan Yenti Garnasih Siapkan Program Edukasi Hukum di Bogor

BOGOR, RBN – Adv. Rd. Anggi Triana Ismail, S.H., selaku Managing Partner di Kantor Hukum Sembilan Bintang & Partners, berinisiasi untuk melakukan silaturahmi dengan sosok tokoh nasional yaitu Dr. Yenti Garnasih, S.H., M.H., atau dikenal dengan Pakar Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) pada 18 Februari 2024 di Resto Kebun Teduh Bojong Koneng, Kabupaten Bogor.

Anggi mengatakan, selain dari satu almamater yang terlahir dikampus Universitas Pakuan Bogor, ia pun membangun komunikasi tentang beberapa hal yang kami bicarakan dengan serius, namun satu yang bisa saya sampaikan ke awak media yakni ‘Melakukan Kerja Sama Hukum’.

“Saya mengajak bu Yenti Garnasih agar dapat meluangkan waktu senggangnya, dengan mendonorkan segenap pengalamannya atau berbagi keilmuan yang cukup matang sebagai akademisi di alam realitas penegakan hukum,” ujar Anggi.

Anggi juga menerangkan, bahwa aspek penegakan hukum hari ini sangatlah kacau balau, masih jauh dari perjalanan yang normal nan luhir sebagaimana perintah UUD 1945 maupun amanat reformasi.
Dewasa ini penegakan hukum (Law Enforcement) masih diwarnai oleh praktik-praktik korupsi kolusi nepotisme, dan seolah sengaja dibiarkan yang kemudian menjadi habit/kebiasaan.

Sehingga berdampak parah kepada nasib para pencari keadilan (justitia ballen), rasa-rasanya sangat sulit sekali bagi para pencari keadilan dalam merengkuh harapannya diruang penegakan hukum dan keadilan. Negara hukum sebagaimana Pasal 1 ayat (3) UUD 1945, adalah hal mutlak yang harus dipedomani oleh setiap warga bangsa khususnya aparat penegak hukum (APH).

Berangkat dari amanat suci tersebut, Anggi hendak melakukan kegiatan-kegiatan produktif guna melakukan pemahaman yang sistematis terhadap masyarakat yang berkebutuhan baik secara materi maupun pemikiran. Adapun kegiatan dimaksud adalah seminar, penyuluhan hukum, talk show / podcast dan lain sebagainya yang bersifat kontributif, dedikatif & transformatif.

Anggi melanjutkan, alhamdulillah ibu Yenti sangat menyambut baik ajuan dari kami, dan tadipun langsung membicarakan hal-hal teknis. Salut dan membanggakan,” imbuhnya.

Baca juga:  Petugas Sanksi Disiplin Sopir Tambang 'Bandel'

Lanjut Anggi, sosok tokoh nasional masih mampu memikirkan gerakan sosial yang sudah barang tentu berbanding berbalik dengan kesibukannya dipanggung nasional bahkan internasional. Sekali lagi saya sangat salut dan bangga atas sikap serta respon dari ibu Yenti Garnasih.

“In Sya Allah di bulan depan kami akan memulai aktifitas tersebut, dimulai dari daerah hukum Bogor dan sekitarnya. Semoga lancar dan berkah,” tutup Anggi.

Yenti Garnasih pakar Pidana dan TPPU menyoroti kebutuhan mendesak akan bantuan hukum bagi individu yang seringkali tidak memiliki akses atau sumber daya yang memadai. Ia menekankan bahwa tidak hanya kekuatan finansial, tetapi juga dukungan sosial sangat diperlukan bagi mereka yang berhadapan dengan masalah hukum.

“Pengalaman pribadi saya terlibat dalam kegiatan sosial, termasuk mendampingi mas Anggi dari Sembilan Bintang ini, yang meminta bantuan untuk menangani situasi hukum. Ia menyatakan bahwa tantangan ini merupakan panggilan untuk memberikan dukungan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama korban yang seringkali tidak dapat menuntut karena keterbatasan sumber daya,” pungkas Yenti Garnasih.

Yenti Garnasih juga membahas peran pentingnya dalam membantu negara menegakkan hukum, memastikan keadilan, kepastian, dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Hal ini mencakup upaya membantu korban kejahatan, memberikan pelatihan, dan bahkan mengajak anak-anak untuk belajar hukum secara formal.

“Pentingnya pencegahan masalah hukum juga harus kita lihat, mencatat bahwa edukasi hukum sejak dini dapat mencegah kasus-kasus seperti penyekapan pembantu rumah tangga, pelecehan, pembunuhan, penganiayaan dan lain sebagainya,” ujar Yenti Garnasih.

Dengan semangat positif, Yenti Garnasih berharap agar masyarakat dapat lebih memahami hak-hak mereka, dan menegaskan bahwa memberikan bantuan hukum bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga setiap individu dalam masyarakat.

“Dengan konsep program ini mengajak saya untuk bersama-sama menciptakan masyarakat yang sadar hukum, di mana hak-hak setiap individu dihormati dan dilindungi,” tutup Yenti.

Tags: , , , , , , ,