Banyak Setu di Utara Kabupaten Bogor Belum Terkelola BUMDes

Taurhalang, HRB

Banyaknya potensi wisata air telaga atau situ di wilayah utara Kabupaten Bogor, sampai saat ini masih belum bisa terkelola dengan baik oleh pemerintah desa setempat. Padahal, di setia desa juga memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bisa diberdayakan untuk memaksimalkan potensi wisata situ.

Hal inilah yang menjadi perhatian beberapa pihak, seperti yang ungkapkan oleh War­ga Desa Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Waldi Solehudin (31), dia ingin potensi ini didorong kehadi­rannya di desa. Sebab akan ba­nyak nilai lebih dari potensi BUM­Des secara umum.

“Banyak situ di Kabupaten Bogor bagian utara, se­perti setu, babakan, Setu Cimulang, Setu Bantar Kam­bing, Setu Kemang, Setu Parajan Jaya, Setu Cilala, setu tonjong, Setu Desa Babakan dan masih banyak lagi yang belum dikelola. Padahal pengelolaan setu dengan baik dan benar bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan,” ujarnya kepada wartawan.

Masih kata Waldi, pria yang biasa bergelut di bidang lingkungan hidup ini menyayangkan, anggaran revita­lisasi yang besar tidak dipergunakan dengan baik. Membuat anggaran tersebut menjadi mubazir. Sebelum pengelolaan jatuh ke pihak swasta seharusnya setu bisa dijadikan usa­ha milik desa.

“Seharusnya seperti di cirata Cianjur. Setu bisa menjadi ajang peningkatan ekonomi desa dan warganya. Sayang sekali biaya normalisasi setu itu sangat mahal tapi dibiarkan begitu saja,” keluhnya.

Sebelumnya, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor berencana merealisasikan keinginan warga Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede menjadikan kawasan Situ Cibeureum yang berada di wilayah mereka sebagai Situ Front City, agar menjadi lebih tertata dan rapi.

Menurut Ajat, sebelum pengajuan Situ Cibeureum dan Situ Tonjong, pemerintah Kabupaten Bogor juga telah mengembangkan situ agar menjadi ECO Wisata Situ Front City.

“Sudah mulai sebenarnya pemerintah daerah mengembangkan Situ Front City, itu lebih ke pendekatan bagaimana merubah mindset masyarakat. Akhirnya masyarakat peduli dengan berbagai permasalahan, misalnya dengan sampah, dan lainnya yang mengganggu kehidupan sehari-hari tapi memang dibutuhkan perubahan cara berfikir bahwa air itu harusnya jadi wajah kota sehingga apa yang diusulkan apa yang diinginkan itu nampak. Harapannya itu bisa kita akuisisi karena beberapa contoh situnya sudah berjalan, mungkin diawali dengan peran bumdes, peran masyarakat, geser peran pemda dimana, geser lagi peran propinsi dimana, hingga kelihatan ekosistemnya terbangun,” beber Ajat.

Baca juga:  Aleg Dapil Timur Ramai-ramai Desak Pemkab Bogor   

Ia pun mengapresiasi kedatangan elemen masyarakat dengan niatan perbaikan Situ tersebut, dan siap memfasilitasi apa nanti yang diusulkan.

“Saya sangat apresiatif, niat baik yang datangnya dari masyarakat sendiri, karena itu adalah end user, sepengetahuan saya yang berasal dari end user nantinya itu akan konsisten, pertama itu. Kedua, memang ada kewenangan-kewenangan di area Situ, oleh karena itu, ketika ada yang berkeinginan menambah nilai-nilai, nilai sosial, nilai ekonomi, ya saya secara kedinasan atau pemerintah daerah insya Allah nanti akan memfasilitasi apa yang diinginkan oleh masyarakat, karena kami prinsipnya perencanaan itu for all untuk semua lapisan masyarakat, nanti kita coba design”, ujar Ajat Rochmat Jatnika.

Sementara itu, Ketua Umum Masyarakat Pejuang Bogor Atiek Yulis Setyowati mengatakan pemanfaatan lahan sekitaran situ, juga sangat menarik dengan konsep Situ Front City, selain akan terawat, juga situ jadi indah dan menghasilkan peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, endingnya pemerintah dan masyarakat sangat terbantukan,” ujar Atiek.

Menurutnya harus segera dimulai, membuktikan dengan peduli, seperti dengan bersih-bersih dan penataan, sekitar situ agar tampilannya jadi cantik dan indah, selain Situ Cibeureum di Rawapanjang juga Situ Tonjong di Tajurhalang.

“Berharap seluruh dinas terkait mendukung program masyarakat di sekitar Situ, rencana ke depan dapat melibatkan generasi bangsa seperti karang taruna dan lainnya, agar lebih peduli terhadap lingkungannya,” tambahnya. */Axl