Begini Alasan Camat Icang Dukung Pemprov Jabar Bangun Jalur Tambang di Parungpanjang

Parungpanjang – Camat Parungpanjang Icang Aliyudin mendukung pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bangun jalur tambang diharapkan bisa segera terealisasi. Pasalnya, truk tambang yang melintas di jalan utama berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan.
Ia menyampaikan, pembahasan jalur khusus tambang dengan pemprov jabar melalui zoom miting bersama sejumlah perwakilan desa dan kecamatan lain yang berada di area tambang dan dilalui truk tambang, belum lama ini.
“Saya camat Parungpanjang mendukung pembangunan jalur tambang segera terealisasi. Mudah-mudahan tahun 2022 anggaran untuk jalan tambang bisa masuk, dan rencana jalur tambang sepanjang 15 kilo bisa terealisasi, “ucapnya.
Icang menuturkan, nantinya jalan tambang akan membentang melintasi dua desa di wilayah Kecamatan Parungpanjang yaitu, Desa Cikuda dan Desa Dago, jalan yang akan menggunakan lahan perhutani.
“Ada tiga jalur, tapi saya belum tahu yang akan di gunakan yang mana, nanti yang akan dilintasi jalan tambang di wilayah desa Dago dan desa Cikuda, mudah-mudahan si itu, jika ada pergeseran berarti yang masuk desa dago saja, “katanya.
Icang menambahkan, saat zoom miting saya dipinta menjelaskan dampak dari pengangkut truk tambang. Jalan tambang ini harus ada, karena jalan Provinsi di Parungpanjang, menjadi jalur utama yang dilalui masyarakat umum dan jalan tambang.
“Sekarang truk tambang tetap beoprasi meski ada Perbub Bupati Tangerang No 47, pembatasan jam oprasional truk tambang. Sekarang jalan provibsi yang merupakam jalan utama di Parungpanjang belum setahun sudah rusak karena tonase truk tambang melebihi dari 30 ton, dan jalan kita kekuatannya 20 ton, “terangnya.
Lanjut Icang, pemerintah juga harus memperhatikan pada aspek banyak orang yang kebergantungan hidup dari hasil eksploitasi tambang, dan pemerintah harus memfasiltasi dua-duanya, masyarakat secara umum dengan masyarakat yang hidup dari hasil tambang.
“Jalur tambang harus ada, jalur yang digunakan masyarakat juga harus aman, mobil-mobil yang mengangkut hasil tambang artinya tidak boleh menyatu dengan jalan yang dilalu oleh masyarakat, apalagi jalannya juga cepet rusak, berdebu serta keselamat pengendara dan kaitan kesehatan, “pungkasnya. (Yan)
Baca juga:  Ratusan Warga Desa Tajurhalang Dapat Bansos  Beras dari Kementan

Tags: , ,