Bendungan Irigasi Cikaniki Jebol

Ribuan Hektar Lahan Pertanian Terancam Kekeringan

LEUWISADENG-Ribuan hektar lahan pertanian di wilayah Kampung Cimaya RT 03 RW 02, Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng terancam kekeringan akibat jebolnya Bendungan irigasi Cimaya sungai Cikaniki.

“Penyebabnya diduga terjadi penggerusan di bawah bendungan. Sehingga saat terjadi arus deras langsung hancur diterjang air bah,” kata Kepala Desa Leuwisadeng Rohim Hidayatullah, Senin (23/08).

Rohim Hidayatullah menjelaskan, Bendungan Cimaya yang mengairi persawahan warga petani sudah lama jebol, namun hingga saat ini belum ada perbaikan dari dinas PUPR Kabupaten Bogor.

“Sudah hampir satu tahun lalu bendungan Cimaya mengalami kerusakan namun belum juga diperbaiki pihak Pemkab Bogor,” ujarnya.

Pihaknya mengaku telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah melaui dinas tetkait.

“Harapannya tentu bisa segera diperbaiki karena keberadaan irigasi ini sangat vital dalam mengatur pasokan air ke areal pesawahan untuk para petani,” terangnya.

Rohim menyebutkan, hampir semua lahan sawah di wilayah nya mengandalkan pasokan air dari saluran irigasi Cimaya tersebut.

“Saluran air irigasi Cimaya yang dihasilkan dari bendungan sungai Cikaniki ini merupakan urat nadi pasokan air untuk mengairi seribu hektare sawah para petani. Namun karena kondisinya hancur seperti ini praktis sawah hanya mengandalkan air hujan,” jelasnya.

Baca juga:  Rawan Kriminal, Polsek Cijeruk Getol Patroli

Ia menuturkan, pasca jebolnya, bendungan Cimaya telah dilakukan perbaikan seadanya dengan cara bergotong royong bersama masyarakat.

Namun tak lama kemudian saluran air irigasi itu kembali dihempas air bah kali Cikaniki sehingga berdampak kepada pesawahan petani kembali terancam kekeringan.

“Warga petani kerap kewalahan memperbaiki saluran irigasi itu,”ungkapnya.

Sementara itu Dedi (58) petani menjelaskan bendungan Cimaya diatas bentangan kali cikaniki pertama kali dibangun pada tahun 2018.”

Saluran air yang dihasilkan dari bendungan itu, untuk mengairi kepasawahan Blok Bantarjaya, Citeras Leuwisadeng.” Termasuk untuk mengairi kepesawahan Cibeber1, Kecamatan Leuwiliang seluruhnya seribu hektare lebih.

Setelah jebolnya bendungan Cimaya, kata Dedi dalam satu musim kami bersama warga petani lainnya empat atau lima kali bergotong- royong memperbaiki saluran air itu.

“Kami berharap pemerintah segera tanggap untuk memperbaiki bendungan tersebut,” pinta Dedi.

Terpisah Kepala UPT infrasturktur irigasi Kelas A wilayah IV Leuwiliang Ruddy Supandi menjelaskan, telah mengetahui bendungan Cimaya yang dikeluhkan warga petani karena kondisinya sudah mengalami kerusakan.

Kondisi bendungan Cimaya, sudah kami laporkan dinas PUPR, terlebih untuk perencanaan pembangunan 2022 nanti jelang awal tahun pihak Desa harus mengusulkan di Musrenbang,”

Sebagai data pendukung kemudian masukan Sistem Informasi Manajemen Perencanaan (Simral) Kecamatan,” pungkasnya. (Agus Komeng).