Berantas Maksiat, Camat Cileungsi Ganti Nama Gang Desa Limusnunggal

Camat Cileungsi, Adhi Nuhraha

Cileungsi – Pemerintah Kecamatan Cileungsi, diakui sedang berupaya dengan berbagai cara untuk menghentikan kegiatan dugaan prostitusi khususnya di wilayah Desa Limusnunggal. Pihaknya berinisiatip menganti nama sebuah gang perkampungan, menjadi gang Ar-Rohman.

“Itu langkah awal agar bisa merubah image tempat tersebut, serta didukung kegiatan positif masyarakat lainnya. Sehingga bisa membawa berkah buat warga sekitar,” kata Camat Cileungsi, Adhi Nuhraha, kepada rakyatbogor.net, usai acara kegiatan bersama Bupati, Sabtu (02/10).

Sejauh ini, kata Adhi, sudah beberapa kali ganti camat Cileungsi serta beberapa kali ganti kapolsek, namun tak kunjung hilang tempat prostitusi. Ia meminta dukungan semua pihak, agar bisa menertibkan dan memberantas tempat maksiat tersebut.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada masyarakat dan pengelola THM untuk mematuhi aturan,” katanya.

Adhi menyayangkan, adanya Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayahnya yang nekat membuka usahanya di masa Pemberlakuam Pembatasaan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 Mikro. Padahal sesuai aturan, belum diperbolehkan beroperasi.

“Saat ini THM yang nekad buka sudah didata, didatangi dan kami berikan imbauan. Jadi sekecil apapun informasi masyarakat akan kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Baca juga:  Tren Menikah di Citeureup Menurun Selama Pandemi Covid-19

Adhi berjanji, akan terus mengawasi Tempat Hiburan Malam (THM) di wilayahnya. hal ini diperkuat selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 berlangsung dalam memitus penyebaran Covid-19.

“Kami akan berkoodinasi dengan pihak terkait untuk melakukan penertiban, serta memberikan sanksi, namun langkah yang ditempuh harus memenuhi prosedural dan itu butuh proses, apalagi menyadarkan masyarakat itu perlu proses, sehingga dalam penertiban dan pemberian sanksi bisa maximal dan THM tersebut tidak buka lagi sehingga tidak menimbulkan potensi penyebaran Covid-19,” bebernya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kesadaran dari semua pihak, karena proses penanganan Covid-19 ini masih berlangsung.

“Vaksinasi terus digencarkan guna menekan dan menghilangkan Covid-19,” tutupnya.

Untuk diketqhui, Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri terus melakukan perpanjangan PPKM dengan memperhatikan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.(Fir/As)

Tags: , ,