Berawal dari Hobi, Budayawan Bogor Barat Dirikan Rumah Baca

Foto : Budayawan di Bogor Barat Ace Sumanta. (Fahri)

CIBUNGBULANG – Seorang Budayawan di Bogor Barat Ace Sumanta mendirikan Rumah Baca di Kampung Nagrak, Desa Cijujung, Kecamatan Cibungbulang mendirikan rumah baca yang berawal dari hobi membaca dan  mengoleksi buku sejak di bangku sekolah.

Ribuan buku berbagai genre itu, awalnya tergeletak begitu saja. Bahkan dipandang barang rongsokan dan sampah oleh keluarga. Namun, kini berjajar rapi di rumah baca milik pria kelahiran 13 Februari 1966 itu.

“Bagi siapapun apalagi mahasiswa yang membutuhkan data silahkan datang, kita bisa diskusi dan bimbingan skripsi, tesis dan disertasi yang saya carikan datanya,’ ujar Abah Ace, sapaan akrabnya, Selasa (29/06/2021).

Rumah baca miliknya tidak di komersial, apalagi memungut biaya untuk membaca dan meminjam buku. Menurutnya, hal itu merupakan cara menyalurkan hobinya sebagai pecinta buku dan sastrawan pituin Bogor. 

Sekedar informasi, Abah Ace telah melahirkan puluhan antologi puisi, cerita pendek, kisah toponimi, buku riset dan sejarah.

Terkadang dirinya juga diminta menjadi rujukan dan referensi bahkan narasumber ke luar daerah mengenai pengetahuan sejarah, sastra dan sosial. Bahkan dirinya dilibatkan dalam merancang Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Baca juga:  Distribusi Air Bersih dari BPBD Kabupaten Bogor Dibantu Babinsa Kecamatan Kemang

“Karena memang saya tidak merokok dan tidak suka dengan barang yang penuh mudharat itu,” tuturnya di tengah kesibukan mempersiapkan Program Kampung Ramah Lingkungan (KRL) di desanya di Cijujung, Cibungbulang.

Ketua Sanggar Satya Citra itu menginfokan, rumah baca miliknya tidak dibuka setiap hari lantaran keterbatasan orang yang menjaga. Bahkan tidak ada bayaran untuk orang yang berjaga.

Dirinya juga tidak mengharapkan bantuan pemerintah. Bila perlu, rumah bacanya yang menyumbangkan buku untuk perpustakaan daerah.

Begitulah optimismenya walau di tengah keprihatinan generasi muda yang tidak suka membaca apalagi menulis terutama di wilayah perkampungan.

“Saya hanya berharap ke Pemda adanya program Rumah Pojok Baca, artinya Pemda mewajibkan adanya kantong-kantong baca, sepeda baca, motor baca hingga di seluruh kantor pemerintahan,” jelasnya.

Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan minat baca dan mencerdaskan anak bangsa agar tak tertinggal dari negara lain.  (Fahri)

Tags: