Bermasalah, Jalan Lingkar Galuga Menuai Sorotan

Jalan Lingkar GalugaJalan Lingkar Galuga

Cibungbulang, HRB

Sejumlah persoalan di jalur Lingkar Galuga yang menghubungkan Kecamatan Cibungbulang dan Kecamatan Leuwiliang mulai dari tidak adanya Penerangan Jalan Umum (PJU) mendapat sorotan dari elemen masyarakat.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Galuga, Muhammad Kamaludin mengatakan, bahwa tidak adanya lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang jalan Lingkar Galuga yang menghubungkan antara Kecamatan Cibungbulang dan Kecamatan Leuwiliang itu lantaran terkendala lahan.

“Justru masyarakat sudah melaporkan beberapa kali karena itu tanah nya tanah Kopasus jadi susah (Pasang PJU),” kata Muhammad Kamaludin kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurut dia, tidak hanya persoalan tidak adanya PJU saja di sepanjang jalur lingkar galuga tersebut. Di beberapa titik sisi kiri jalan itu banyak dijumpai sampah-sampah yang di buang sembarangan oleh oknum tidak bertanggung jawab lantaran tidak adanya penerangan jalan.

“Kita harapannya semua program pemerintah itu berjalan di desa kita terutama penerangan itu harus ada,” katanya.

Muhammad Kamaludin berharap, kepada pemerintah ataupun kepada pihak terkait agar di sepanjang jalur tersebut ada PJU. Apalagi saat ini sudah banyak ditemukan di wilayah lain PJU yang menggunakan panel surya sehingga tidak lagi menggunakan kabel.

“Kita harapannya semua program pemerintah itu berjalan di desa kita terutama penerangan itu harus ada. Mudah mudahan ketika solusinya bisa di sampaikan ke kades kemudian ke camat mungkin ada solusinya. Kalau saya mah masyarakat inginnya kan enak lah,” katanya.

Lebih lanjut, Muhammad Kamaludin menyampaikan, persoalan di sekitar jalan lingkar galuga itu bukan hanya tidak ada penerangan jalan dan sampah yang di buang sembarangan oleh oknum tidak bertanggung jawab saja. Keberadaan jalur lingkar galuga itu salah satunya adalah untuk mengurai kemacetan di Jalan Raya Cibungbulang-Leuwiliang. Tetapi, sangat disayangkan, tak jarang terdapat mobil truk dan bus yang menggunakan jalur itu untuk parkir.

Baca juga:  Ketua DPD Golkar Masuk Barisan Pimpinan DPRD

“Harusnya pemerintah tanggap. Waktu itu saya belum bermitra dengan Kepala Desa saat itu. Karena, awalnya saya gak peduli adanya kemacetan di jalan Galuga itu. Sebetulnya kalau mobil lagi antri saya

kalau mau pulang itu sudah macet sebetulnya. Tapi, karena kita awalnya gak peduli gitu,” katanya.

Sementara itu, Sekertaris Kecamatan (Sekcam) Cibungbulang, Agus Sutardi mengatakan, bahwa jalan itu merupakan jalan milik Kabupaten Bogor. Tahun 2019 lalu pihaknya sempat mengajukan untuk penerangan.

“Kemarin itu mau di eksekusi tetapi sampai sekarang belum juga. Kalau listriknya ada di PLN, kalau tiang wewenangnya ada di Dishub ibu Ika (Kepala UPT Dishub Leuwiliang),” katanya.

Terkait dengan persoalan sampah, Agus Sutardi mengaku, pihaknya dengan Satpol PP Kecamatan Cibungbulang sudah ditelusuri dan sudah dilakukan pembersihan.

“Kan saya juga orang sini yah, itu (sampah) kadang-kadang nantinya ada lagi gitu. Jadi, saya itu antisipasinya harus di begadangin siapa (oknum) yang buang (sampah sembarangan) dan harus ada sangsi buat yang membuangnya,” katanya.

Agus menyampaikan, bahwa pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Satpol PP jika ada truk atau bus yang parkirr di jalur tersebut. Karena jalan itu untuk mengurai kemacetan.

“Tar saya koordinasi dengan Satpol PP dan juga kepada Forkopimcam supaya dibersihkan,” katanya.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, bahwa tidak adanya PJU di jalur lingkar galuga sehingga saat malam hari jalan itu gelap, dikhawatirkan mengganggu keamanan dan keselamatan pengendara yang melintas.

“Bukan rawan lagi, itu pernah ada kejadian dibegal, pernah ada, ia (pernah ada penemuan jasad bayi, emang itu harus segera ada PJU,” katanya. (Fex)

 

Tags: