Bima Arya Terus “Berlari” Wujudkan Trem di Kota Bogor

Bogor Tengah, HRB
EMPAT bulan jelang berakhir masa jabatannya,  Bima Arya terus “berlari” menyelesaikan sejumlah program kerjanya sebagai Wali Kota Bogor, diantaranya rencana pembangunan moda transportasi berbasis rel atau trem.
Untuk mematangkan proyek trem di Kota Bogor,  Bima Arya menemui  Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN), Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta, Senin, 4 September 2023. Pertemuan tersebut untuk membahas tindak lanjut dukungan BUMN.
Bima Arya menceritakan, pertemuannya dengan Wamen BUMN untuk melanjutkan pembicaraan dengan Menteri BUMN, Erick Thohir pada 2021 lalu, mengenai rencana dukungan BUMN terhadap pembangunan trem di Kota Bogor.
“Tadi saran pak Rosan kita akan koordinasikan bagaimana kita membangun konsorsiumnya atau umbrella agreement-nya,” ucap Bima Arya.
Ia mengatakan, konsorsium itu akan membagi pekerjaan dalam pembangunan Trem.  “Jadi siapa yang mengerjakan apa, siapa fokus kepada apa, yang penting kan aspek financingnya yang tidak mudah sekarang. Saya kira itu yang kita fokuskan beberapa bulan ke depan,” kata Bima.
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN), Rosan Perkasa Roeslani menilai rencana pembangunan trem di Kota Bogor tentunya akan berdampak positif tidak hanya terhadap masyarakat Bogor, tapi juga masyarakat disekitarnya. Selain itu akan menjadikan lingkungan yang lebih baik.
“Tentunya kami Kementerian BUMN ini akan mengajak juga BUMN terkait untuk mensupport rencana ini, karena ini kan bukan hanya BUMN saja karena ada juga dari kementerian lainnya sehingga kolaborasi ini harus dilakukan secara intensif, karena program ini menurut kami program yang sangat baik,” katanya usai pertemuan di Mandiri Club, Jakarta.
Sebelumnya, Pemkot Bogor  telah melakukan koordinasi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait pembahasan  trem di Kota Bogor. Dalam pertemuan tersebut, dibahas terkait rencana pembangunan stasiun kereta api di Sukaresmi.
“Beberapa poin yang disampaikan langsung kepada Menhub adalah terkait rencana Trem Pakuan dan dukungan regulasi serta proses teknisnya,” kata Wakil Wali Kota Dedie A Rachim.
Adapun Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan terkait pembiayaan yang mencapai Rp 1,7 triliun, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) memberi dua opsi pembiayaan untuk menghadirkan moda transportasi trem di Kota Bogor
“Opsi metode pembiayaan trem yakni metode tender langsung dan ada pula metode penugasan kepada BUMD,” ucap Syarifah.
Untuk diketahui, Pemkot Bogor telah mengadakan rapat yang membahas pembiayaan trem bersama PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) dan Sub Direktorat Kerja Sama dan Pengembangan Usaha DJKA Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Balai Kota Bogor pada, 20 Juli 2023 lalu. (Ozi)
Baca juga:  Katar Desa Dramaga Desak PUPR Selesaikan JLD