Bima Arya Tinggalkan Bogor Demi Jabatan Gubernur DKI?

Wali Kota Bogor Bima AryaILUSTRASI: Wali Kota Bogor Bima Arya, Ahok, dan Airin.(foto: cky/net)

KOTA BOGOR, HRB – Masa jabatan Bima Arya Sugiarto sebagai Wali Kota Bogor segera usai, tepatnya pada 31 Desember 2023. Namun kini berkembang rumor Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) itu bakal maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta pada 2024 mendatang.

Spekulasi soal Bima Arya masuk ke arena kompetisi calon DKI-1 bisa jadi muncul lantaran foto Bima Arya dengan latar belakang Asosiasi Lari Trail Seluruh Indonesia (ALT) terlihat pada sejumlah billboard di sejumlah lokasi strategis Ibukota dalam beberapa pekan terakhir ini.

Di papan iklan raksasa tersebut, Bima tampil sporty dengan narasi sederhana “Siap-siap”. Dalam billboard tersebut, Bima juga mengenakan baju merah dengan logo ALTI yang memang di organisasi cabang olahraga itu BIma menjadi ketua umum.

Namun dalam sebuah diskusi pertemuan Ikatan Alumni Universitas Parahyangan (IKA UNPAR) di Jakarta, Rabu (29/6/2022), Bima Arya mengaku akan fokus terlebih dulu menyelesaikan berbagai persoalan di kota hujan, salah satunya penataan transportasi.

“Nomor satu adalah urusan angkot. Target saya, hari terakhir saya ngantor di balai kota, angkot di pusat kota sudah tidak ada. Ada cara-caranya agak detail kalau dijelaskan sekarang,” kata Bima menjawab candaan mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok soal pencalonan dirinya sebagai Gubernur.

Baca juga:  Kecamatan Cileungsi Juara MTQ Kabupaten Bogor ke-44

Bima menuturkan, pekerjaan rumah lainnya adalah penataan kawasan Suryakencana yang akan disulap menjadi salah satu Chinatown terbaik di tanah air. Yang paling penting, lanjut Bima, dirinya harus menyiapkan sosok pengganti yang dapat meneruskan perjuangannya dalam membangun Kota Bogor.

“Tidak mungkin yang saya kerjakan 10 tahun itu hilang saja. Kita banyak belajar bagaimana teman-teman walikota yang oke, digantikan bukan orang yang oke. Kemudian rontok achievement-nya. Tugas saya membangun pagar pengaman supaya siapapun yang terpilih sustain semuanya,” ungkap Bima.

“Urusan setelah 31 Desember kemana, saya kira akan sangat tergantung pada 14 Februari 2024 nanti. Hasil Pileg dan Pilpres pasti menentukan yang lain-lain, juga menentukan Pilgub DKI dan Jabar, Sekarang saya fight menyelesaikan tugas, meninggalkan legacy yang kuat hingga 31 Desember 2022,” pungkas mantan konsultan politik nasional itu. (Cky/**)

Tags: