CDC Perbolehkan Warga Amerika yang Telah Divaksin COVID-19 Lepas Masker

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika, CDC, memperbarui kebijakannya perihal penggunaan masker kala pandemi COVID-19. Dikutip dari CNN, CDC memperbolehkan warga yang telah divaksin penuh untuk berkegiatan tanpa masker, baik indoor maupun outdoor.

Mereka yang berstatus divaksin penuh adalah penerima dua dosis vaksin COVID-19 dan telah melewati dua pekan tanpa efek samping apapun.

“Jika kalian sudah divaksin penuh (dua dosis), maka kalian boleh mulai melakukan hal-hal yang selama ini dilarang akibat pandemi (termasuk memakai masker). Kita sudah menanti lama untuk kembalinya situasi normal,” ujar Direktur CDC, Rochelle Walensky, Kamis, 13 Mei 2021.

Sebelumnya, CDC mengatur situasi dan kondisi apa saja yang masker boleh dilepas. Misalnya, dulu, warga yang telah divaksin penuh hanya boleh melepas masker apabila menggelar makan bersama dengan kelompok berjumlah kecil di lokasi outdoor. Selain itu, apabila berolahraga dengan anggota keluarga sendiri.

Walensky berkata, keputusan memperbolehkan warga yang telah menerima dua dosis vaksin COVID-19 untuk melepas masker didukung kajian sains. Ia mengutip tiga studi, satu dari Israel dan dua dari Amerika, yang menunjukkan vaksin COVID-19 sukses memberikan perlindungan terhadap COVID-19.

Perawat Sandra Lindsay menerima dosis kedua vaksin Covid-19 Pfizer di Long Island Jewish Medical Center di wilayah Queens di New York City, AS, 4 Januari 2021. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC) menyatakan 4,3 juta warga telah menjalani vaksinasi COVID-19. REUTERS/Shannon Stapleton/Pool

Baca juga:  Sebelum Ke Porprov, Kontingen Kabupaten Bogor Lakukan Tes Kesehatan

Studi dari Israel, yang dimuat di Jurnal Asosiasi Medis Amerika, misalnya mengatakan bahwa vaksin 97 persen efektif terhadap gejala COVID-19. Selain itu, 86 persen efektif terhadap penularan oleh orang tanpa gejala dan hal itu terbukti pada sample yang terdiri atas 5000 pekerja medis.

Perihal kabar bahwa ada sejumlah warga yang tetap tertular COVID-19 meski telah divaksin penuh, Walensky meminta warga tak panik. Ia berkata, kasus seperti itu sangat kecil jumlahnya. Selain itu, infeksi yang disebabkan tidak seberbahaya sebelum divaksin.

“Infeksi yang terjadi akan lebih singkat dalam hal durasi dan juga kurang beresiko untuk ditularkan kepada orang lain,” ujar Walensky menjelaskan.

Sejauh ini, vaksinasi COVID-19 di Amerika berlangsung lancar. Kurang lebih 2,09 juta dosis vaksin COVID-19 disuntikkan per harinya. Total, ada 339 juta dosis yang telah didistribusikan dan 226 juta yang telah disuntikkan. Dari angka tersebut, kurang lebih 117 juta orang berstatus telah divaksin penuh.

Tags: