Curug Cikaracak Surga Di Kaki Gunung Gede Pangrango

Curug CikaracakFoto : Curug Cikaracak.(IST)

Caringin – Kabupaten Bogor memiliki banyak destinasi tujuan wisata alam yang menarik untuk dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satunya obyek wisata alam Curug Cikaracak Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. 

Curug setinggi 17 meter ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Saat tiba di lokasi, pengunjung akan langsung merasakan hawa sejuk sekaligus hijaunya pepohonan lebat yang menghimpit curug tersebut. 

Bagi para wisatawan yang datang dari arah Bogor atau Sukabumi bisa menempuh jalan melalui pangkalan ojek Cisempur, Desa Cinagara menuju Kampung Cibeling dengan menggunakan roda dua dan empat dengan jarak tempuh sekitar tiga kilometer menuju lokasi parkiran. 

Setelah sampai di parkiran, para pengunjung harus menempuh jarak sekitar dua kilometer dengan berjalan kaki sekitar satu jam lamanya menuju lokasi curug. 

Namun rasa lelah pun akan terobati selama dalam perjalanan, karena pengunjung bisa menikmati suguhan pemandangan alam pedesaan, hijaunya area persawahan yang membentang, aliran sungai yang masih jernih serta panorama pegunungan yang memanjakan mata. 

Dengan sejuta pesona yang dimilikinya, maka tak heran jika tempat ini kerap dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

“Aku sudah beberapa kali ke tempat ini. Rasanya gak ada bosan-bosannya. Karena di tempat ini seperti menemukan kedamaian, semua serba natural. Dan pastinya kalau sudah sampai ke lokasi, jadi lupa tuh rasanya lelah sehabis perjalanan yang cukup panjang,” ucap Eli Lismayanti, pengunjung asal Caringin.

Nani, pengunjung lainnya juga mengaku sering berkunjung ke lokasi. Bahkan ia mengaku beberapa kali datang bersama teman-teman semasa di bangku SMP. 

Baca juga:  Curug Cikaracak, ikon Wisata Desa Cinagara

“Sudah sering kesini, acara cucurak bareng alumni, bareng keluarga dan teman-teman lainnya. Pokoknya seru banget, main air dan seru-seruan bareng mereka. Apalagi kalau ada fasilitas tambahan, pasti bakalan lebih betah lagi,” tandasnya.

Dengan hanya membayar tiket sebesar Rp 7000 rupiah saat hari biasa dan Rp 8500 rupiah saat akhir pekan dan hari libur. Tiket tersebut sudah termasuk asuransi jiwa. 

“Pokoknya adem, sejuk dan indah, kalau bisa fasilitasnya ditambah lagi, seperti bikin anak tangga agar pengunjung bisa menjangkau lebih dekat air terjun,” kata sadiyah, pengunjung lainnya. 

Sementara itu, Dede, Sekretaris Desa (Sekdes) Cinagara mengatakan, pihaknya ingin menjadikan tempat itu sebagai ikonnya masyarakat Desa Cinagara. 

“Dengan banyaknya pengunjung yang datang, kami ingin menambah fasilitas lainnya di lokasi seperti saung atau gazebo, kedai kopi, mushola serta fasilitas penunjang lainnya.

Dan terkait rencana itu, lanjut dia, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak TNGGP. 

“Masih ada yang harus dibenahi, salah satunya akses infrastruktur jalan menuju lokasi. Dengan potensi wisata yang dimiliki tempat itu, kami ingin mengoptimalkan akses dan fasilitas penunjang lainnya,” tuturnya. 

Dede pun berharap, keberadaan tempat wisata tersebut bisa lebih memberdayakan masyarakat sekitar serta mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PAD) Cinagara.

Meski jauh dari keramaian dan hiruk pikuk perkotaan, namun pihaknya tetap mengimbau para pengunjung untuk tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. (AGS) 

 

Tags: