Dampak Covid 19 Pedagang Sayur di Pasar Parung Turun Omset

Foto: Omset Pedagang Pasar menurun.(HRB)

PARUNG – Sejumlah pedagang sayuran di Pasar Parung, Kecamatan Parung mengeluh atas penurunan omzet penjualan. Hal tersebut terjadi semenjak adanya pandemi virus Corona di Indonesia.

Pedagang sayuran di Pasar Parung, Usnadi (40) mengatakan bahwa semenjak adanya pandemi Corona omzet penjualannya turun drastis hingga lebih dari 60 persen.

“Turun banget omzet saya. Turun sampai 60, 70 persen,” katanya.

Warga asal Desa Kalisuren itu menuturkan, saat kondisi ramai omset hasil berjualan sayur mayur itu bisa mencapai Rp 500 Ribu hingga Rp 1 juta rupiah per-hari. Keuntungan bersih itu didapatinya sebelum masa pandemi. Saat ini, keuntungan diangka Rp 100 hingga Rp150 ribu.

“Semenjak adanya pandemi Covid-19, jumlah pengunjung di Pasar Parung juga mengalami penurunan. Sekarang ini Jangankan menaikan harga, barang bisa terjual juga sudah bersyukur mas,” pungkasnya. 

Baca juga:  Warga Minta Pemkab Bogor Gerak Cepat Tangani Pergeseran Tanah Sukamulya

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Tohaga, Haris Setiawan menerangkan, era pandemi tak hanya mengakibatkan turunnya omset pedagang melainkan juga jumlahnya. Akibat dari berkurangnya pedagang pasar tradisional berdampak pula pada pendapatan retribusi harian yang merupakan salah satu sumber Pajak Asli Daerah (PAD).

“Harus bagaimana lagi. Ini dampaknya global, tidak hanya di Bogor,” pungkasnya.

Ia melanjutkan, pihaknya kini tetap berupaya menggenjot PAD serta memastikan penerapan protokol kesehatan di tiap pasar tradisional.

“Minimal setiap pasar ada cek suhu tubuh, Satgas gabungan sudah keliling ke pasar untuk mengantisipasi siapa yang tidak pakai masker saat masuk pasar,” katanya.

(Afandi)

 

Tags: , ,