Dampak Pandemi Ancam Belasan Operator Rafting Bangkrut

Foto: Aktivitas Rafting hanya di lakukan beberapa pengunjung saja.(HRB)

Cigombong Pandemi Covid-19 dirasakan berdampak buruk terhadap sektor perekonomian masyarakat. Tak sedikit juga kalangan pengusaha yang merugi dan terpaksa gulung tikar akibat usaha yang mereka kelola mengalami penurunan. Salah satunya pengusaha yang bergerak di sektor pariwisata. 

Seperti dirasakan Babas, pengelola arung jeram (rafting) Bantar Rafting, Di Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor yang mengaku usahanya semakin tidak stabil sejak pertama kali pandemi. 

“Biasanya tempat kami ramai dikunjungi tamu lokal maupun mancanegara. Namun sejak pandemi, semakin hari tamu yang datang semakin berkurang. Dan jelas kami sangat merasakan dampak kerugiannya, karena biaya operasional tetap harus dikeluarkan,” ungkapnya Selasa (21/6/2021). 

Senada, Aryani Marta, pengelola Batok Rafting juga menuturkan hal serupa. Sejak ada pandemi penghasilan usahanya kian menurun drastis. 

“Pendapatan kami yang biasanya mencapai ratusan juta dalam sebulan, kini menurun drastis. Ada satu dua tamu yang datang pun alhamdulillah,” ucapnya.

Baca juga:  Sampah dituding Jadi Penyebab Utama Banjir di Jalur Veteran 2

Bahkan ia sempat berpikir akan membuka usaha lain yang bisa dijadikan usaha tambahan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. 

“Kalau terus seperti ini, kayaknya kondisi kami bakalan makin repot. Karena jujur saja, selama ini usaha rafting satu-satunya usaha yang kami andalkan untuk mencukupi segala kebutuhan,” terangnya. 

Di wilayah Kecamatan Caringin ada sekitar 13 operator arung jeram yang saat ini mengaku kebingungan dengan kondisi yang mereka alami. Mereka hanya bisa berharap situasi pandemi akan segera berlalu hingga usaha mereka bisa kembali normal seperti biasanya. 

“Ya cuma itu harapan kami satu-satunya. Corona akan segera berlalu dari muka bumi,” tandas Aryani. (AS). 

Tags: , ,