Data Kependudukan Kota Bogor Diretas

Foto: Kadisdisdukcapil Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto menjelaskan tentang peretasan data penduduk.(hrb)

KOTA BOGOR – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor menghentikan sementara layanan kependudukan maupun catatan sipil secara online melalui situs publik Si Kancil Berlari. Hal ini dilakukan lantaran data kependudukan Kota Bogor diretas.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdisdukcapil) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengungkapkan, jutaan data penduduk di sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia dilaporkan dijual di situs web forum hacker. Kota Bogor menjadi satu dari empat wilayah yang data kependudukan dibobol atau diretas.

“Empat wilayah yang data kependudukannya diretas, mencakup data kependudukan Kabupaten Malang, Pemerintah Kabupaten Subang, Pemerintah Kota Bogor, dan Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ungkap Sujatmiko saat dihubungi Harian Rakyat Bogor, Minggu (13/6/2021).

Menurutnya, berdasarkan laporan lembaga studi CISSReC, setidaknya data yang dijual ini mencakup 8.797.669 data penduduk, dengan rincian Kabupaten Malang sebanyak 3.165.815 data penduduk, Kabupaten Bekasi sebanyak 2.339.060, Subang 1.989.263, dan Kota Bogor 1.303.531 data.

Lebih lanjut Sujatmiko mengatakan bila pihknya sudah melaporkan kasus peretasan ini ke pihak yang berwajib. Ia juga mengimbau warga untuk tidak khawatir untuk pengurusan dokumen kependudukan.

Baca juga:  Penanganan Bangunan Liar di DAS Cikumpeni Dagelan?

“Kita juga sudah laporkan kejadian ini ke polisi. Intinya masyarakat jangan sampai khawatir,” lanjutnya.

Sujatmiko menjelaskan, untuk sementara waktu kepengurusan data kependudukan Kota Bogor bisa dilakukan secara offline atau datang langsung ke Kantor Kecamatan, Mal Pelayanan Publik, atau Kantor Disdukcapil.

“Saat ini server institusinya yang tersambung ke internet publik dimatikan sementara. Untuk itu, layanan kependudukan dilakukan secara manual,” jelas Sujatmiko.

Terpisah Irfan (25) salah satu warga Curugmekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor mengaku khawatir bila data pribadi dirinya dicuri atau diperjualbelikan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Resah juga ya, data pribadi kan penting banget. Cemas aja disalahgunakan, sekarang kan pinjaman online bisa cuma lewat NIK” ujarnya.

Irfan meminta, pihak dari Disdukcapil dapat segera menyelesaikan masalah ini dan dapat menyimpan data kependudukan warga dengan baik dan aman.

“Tolonglah Disdukcapil bergerak cepat, itu sistem cepetan perbaiki jangan sampai berlarut-larut,” tutupnya. (wml)