Demi Kemanusiaan, Pemuda Cagak Jadi Relawan Covid-19

Foto: Seorang pemuda yang memakai baju hitam bercorak merupakan relawan Covid-19.(HRB)

GUNUNGPUTRI -Tokoh pemuda Kampung Cagak Desa Gunung Putri, meminta semua pihak untuk fokus mengatasi pandemi Covid-19 secara bersama-sama. Hal ini karena tingginya kasus covid-19 yang terjadi di wilayahnya.

“Dalam kondisi sekarang ini, kita harus rela bersama-sama menangani wabah covid-19 yang masih melanda negeri. Contohnya di Kampung Cagak Gunung Putri, para pemuda rela membantu warga dalam melawan covid-19,” kata Andri Junior kepada HRB, Kamis (08/07/2021).

Andri yang selama ini menjadi relawan di desanya, mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 merupakan musibah non-alam, dan bukan momentum untuk saling menyalahkan. Ia mengingatkan, saat ini yang paling utama adalah langkah nyata agar desa tercintanya bebas dari bencana wabah covid-19.

“Desa kita sedang dihantui pandemi Covid-19. Seperti di gang rumah saya aja minggu ini, Delapan orang positif covid-19. Dan musibah Ini harus kita hadapi bersama, kita bantu semangatin untuk tidak stres, bantu ngarahin untuk berjemur dibawah matahari, rajin beolahraga dan jaga pola makan agar imunitas tubuh tetap vit ,” ujarnya.

Andri mengajak semua elemen masyarakat untuk adanya kerjasama dalam memerangi wabah covid-19, apa pun kebijakan pemerintah harus didukung dalam mengatasi pandemi Covid-19. Semua kalangan juga diharapkan ikut serta dalam sosialisasi kebijakan penanganan Covid-19.

Baca juga:  Kumuh Sih, Tapi Pasar Desa Sukamakmur Tetap Favorit Warga  

“Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa yang berperan penting mengajak orang-orang terdekat agar menaati prokes. Jika pun ada yang terpapar, kita harus kasih dukungan semangat agar bisa sembuh,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 09 Desa Gunung Putri, Endin Hamad mencatat jika angka positif covid-19 di wilayahnya masih tinggi. Hal ini lantaran masih minimnya kesadaran masyarakat akan bahayanya virus covid-19.

“Sosialisasi sudah dilakukan, tapi masyarakat kurang menyadari untuk menerapakn Prokes. Ditambah alasan ekonomi yang menjadikan masyarakat banyak mengabaikan,” terang Endi.

Sebelumnya, Satgas Covid 19 Desa Gunungputri, Koko mencatat, sudah ada 7 warga yang meninggal dunia. Dari 7 pasien meninggal tersebut pada Bulan Juni 3 orang dan Bulan Juli 4 orang, tidak semua jenazah dimakamkan di TPU Covid-19 ada di Rawa Bule Desa Cicadas. Karena, ada juga yang dikubur di pemakaman umum warga.(AS)