Desa Sukanegara-Sukasirna Jonggol Langganan Becek

JonggolJalan becek di Jonggol.(foto: asb/hrb)

JONGGOL, HRB – Para pengguna jalan khususnya roda dua di jalur utama Desa Sukanegara hingga Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor harus ekstra hati-hati. Pasalnya, jalan tersebut kerap menjadi lintasan puluhan truk tambang yang hilir-mudik mengangkut tanah galian.

Ya, semua itu gara-gara ceceran tanah dari truk pengangkut galian tanah merah yang kerap melintas pada jalur itu. Kondisi ini pun sejatinya sudah banyak dikeluhkan warga sekitar. Becek di musim penghujan, berdebu di kala kemarau.

“Apalagi kalau pas saat hujan. Jalannya pasti becek dan licin seperti sekarang ini,” kata Sonja (35), salah seorang pemotor kepada Rakyat Bogor yang ditemui saat melintas di jalan itu, Rabu (22/2/2022).

Kata Sonja, truk-truk pengakut tanah itu merupakan kendaraan milik proyek penambangan yang berada tak jauh dari lokasi jalan. Menurutnya, banyak sekali kendaraan yang mengangkut galian tanah itu. “Sehingga berdampak banyaknya debu yang menganggu pandangan maupun pernapasan,” keluhnya.

Warga lainya, Agus (40) mengaku pihak proyek kurang melakukan pembersihan kepada sisa galian tanah yang berserakan di sepanjang jalan itu. Sehingga, hal ini membahayakan para pengguna jalan. “Seharusnya pihak proyek membersihkan dengan menyiram ceceran tanah, supaya terhindar dari debu dan bahaya licin saat ini,” keluhnya.

Baca juga:  1.870 Warga dan Pelajar Jonggol Berhasil tervaksin

Menanggapi ini, Presidium Bogor Timur, Alhafiz Rhana menduga jika pihak proyek tambang yang tidak memperhatikan dampaknya. Sebab, jika hal ini dibiarkan, maka akan menimbulkan persoalan yang besar. “Saya minta pihak proyek membersihkan sisa ceceran tanah itu, agar tidak menganggu pengguna jalan,” tegasnya.

Alhafiz, sapaan akrabnya mendesak, aparat Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, untuk segera melakukan penangan, terkait persoalan jalan utama yang kerap kotor bercecer tanah yang dapat mengganggu masyarakat saat melakukan aktivitasnya.

“Pemerintah harus tegas, dan menegur pihak proyek, untuk mau bertanggungjawab dalam menangani dan mengantisipasi, dampak jalan yang saat ini kotor berdebu saat kemarau, mauoun becek saat hujan,” tutupnya.

Soal ini, Kasi Traantib Kecamatan Jonggol Dadang Yazid mengaku sudah berungkali melakukan tindakan. Namun apa daya, jika hal itu seakan tak dianggap. “Upaya tindakan sudah sering menegur, tapi ya begitu lagi pengusahanya,” singkatnya. (Asb)

Tags: