Dicatut Namanya Untuk Menipu, Kades Lapor Polisi

Kades Ciherang PondokFoto : Kades Ciherang Pondok Aldi Wiharsa (AS)

Caringin – Kasus penipuan melalui pesan SMS dan WhatsApp (WA) marak terjadi. Bahkan pelaku dengan berani mencatut nama sejumlah pejabat, tokoh masyarakat, termasuk kalangan kepala desa (kades).

Seperti dialami H. Aldi Wiharsa, Kepala Desa (Kades) Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, yang mengaku nama dan fotonya dicatut pelaku, dengan mengirim pesan melalui sms serta WA kepada para korbannya yang merupakan warga desanya sendiri. 

“Ya saya mendapat pengaduan dari sejumlah warga yang mengaku mendapat sms dan pesan WA dengan menggunakan foto profil saya. Pelaku ada yang minta dikirim pulsa hingga meminta dikirim sejumlah uang,” kata Aldi Wiharsa Kades Ciherang Pondok, Senin (28/06/2021). 

Merasa namanya telah dicemarkan, ia pun berencana melaporkan hal itu ke pihak berwajib. Karena diakuinya tak hanya namanya saja yang dicatut pelaku, tapi beberapa teman kepala desa lain pun juga mengalami hal serupa. 

“Iya ini sudah jelas perbuatan melanggar hukum yang mencemarkan nama baik saya secara pribadi dan profesi. Apalagi banyak teman-teman seprofesi lainnya yang identitas dan fotonya digunakan pelaku untuk menipu  para korbannya. Dan ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Aldi. 

Saprudin Jepri, salah satu tokoh masyarakat (tomas) di Kecamatan Caringin yang juga mantan Kepala Desa Ciherang Pondok juga mengaku sempat menjadi korban kasus serupa. 

“Modus seperti itu sudah berlangsung lama. Bahkan termasuk Bupati Ade yasin dan Wabup Iwan pun pernah dibajak dan foto profil nya dipasang di kontak WA pelaku,” terangnya.

Menurut dia, pelaku yang menggunakan nomor tak dikenal tersebut sempat menghubungi sejumlah relasinya dengan berpura-pura menawarkan barang, seperti menawarkan kendaraan, barang elektronik, meminta dikirimi pulsa hingga meminjam sejumlah uang.

“Bahkan dari mereka ada yang sampai menjual nama saya dengan bilang ke calon korban saya tengah kena musibah dan berbagai macam alasan lainnya yang mencemarkan nama baik saya,” paparnya. 

Namun lanjut dia, saat hendak diajak bertemu untuk melakukan transaksi langsung (COD) pelaku seringkali menghindar dengan berbagai alibi, seperti kartu ATM rusak atau alasan lainnya yang tidak masuk akal. 

Baca juga:  Menang Gugatan, Penggarap Lahan Eks Cikopo Makin Pede Aja Nih

“Saya pernah berkonsultasi langsung dengan aparat berwajib dan melaporkan hal ini. Namun pihak berwajib seringkali bilang mereka tidak bisa menindaklanjuti laporan sebelum korban mengalami kerugian material. Dan semua bukti-buktinya sudah saya simpan,” jelasnya. 

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya apabila menerima pesan dari nomor asing yang kerap kali mencatut nama-nama sejumlah tokoh hingga pejabat daerah. Dan menurutnya, hal itu telah melanggar UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang harus disikapi serius oleh aparat penegak hukum. 

“Ya kami berharap kepolisian melalui tim Cyber Polri bisa mengungkap kasus ini. Karena sudah jelas banyak korban yang dirugikan,” pintanya. 

Janah, warga setempat yang mengaku pernah mendapatkan pesan WA dari pelaku yang menggunakan foto Kades Ciherang Pondok. 

“Ini lihat saja pak, nomornya asing tapi menggunakan foto pak kades. Dan ini isi pesannya yang meminta saya mengirimkan pulsa dua ratus ribu ke nomor lainnya. Makanya aneh, masa pak kades minta pulsa ke warga,” tuturnya seraya menunjukan pesan WA yang menggunakan nomor baru dan foto profil kades Aldi. 

 Selain dirinya, ternyata banyak warga lainnya yang mendapatkan kiriman pesan serupa dari nomor yang sama. Merasa tak percaya, ia bersama warga lain pun langsung mengadukan hal ini ke perangkat desa. 

 

“Ke saya mah bukan minta pulsa, tapi minjam uang tiga juta. Makanya saya gak percaya dan langsung laporan ke pak kades langsung. Dan ternyata benar saja, itu bukan dari pak kades,” tandasnya. 

Dengan marak kejadian serupa, masyarakat pun meminta aparat berwajib lebih serius menindaklanjuti laporan masyarakat sebelum banyak pihak yang dirugikan. 

“Ini jelas meresahkan serta merugikan banyak pihak. Jadi mohon kepada pihak berwajib untuk lebih serius menyikapi laporan warga,” tandas Andi Sobandi, warga lainnya.(AS) 

 

Tags: