Disbudpar Tidak Temukan Pungli Di Curug Bidadari

Foto: Aktivitas pengunjung di Curug Bidadari pada Senin (21/06/2021).(HRB)

CIBINONG – Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor sudah melakukan pengecekan terhadap objek wisata Curug Bidadari Babakan Madang, terkait viralnya isu Pungutan Liar (Pungli) di media sosial (medsos) pada pengelolaan objek wisata tersebut.

Menurut Kepala Bidang Objek Destinasi Tempat Wisata (ODTW) Tenny Ramdhani, dari hasil pengecekkan yang dilakukan oleh instansinya, tidak ditemukan adanya pelanggaran pungli di Curug Bidadari.

“Dari info yang viral itu menyebut adanya beberapa ticketing pengelolaan dan harga menu makanan yang tidak wajar, serta adanya biaya tambahan yang duduk di batu kolam Curug Bidadari, langsung kami lakukan pengecekkan ke lapangan. Dan ternyata, apa yang diviralkan tersebut tidak kami temukan, tetapi memang ada beberapa warga yang menyewakan alas tikar untuk duduk,” beber Tenny kepada HRB, Senin (21/06/2021).

Tenny pun mengatakan, ketika pengecekkan tersebut juga ada saran dari Kasubid Penegakan Disiplin dan Perlindungan Hak Konsumen dari Kementerian Perdagangan, yang menyarankan agar operasional dari Curug Bidadari dihentikan sementara waktu.

Baca juga:  Soal TPP, Beberapa Kota, Kabupaten dan Provinsi Disetujui, Pemda Kota Bogor Ditolak

“Hal itu dikarenakan, status pengelolaan dari Curug Bidadari ini dipegang oleh beberapa pihak swasta. Bahkan ada beberapa pengelola yang mengklaim curug tersebut, dan sedang dalam proses persidangan. Jadi, kami akan mencoba memberikan saran kepada pihak Kecamatan Babakan Madang bisa melakukan mediasi kepada para pihak pengelola, agar bisa dibawa ke forum Pemerintah Kabupaten Bogor,” katanya.

Dirinya juga menambahkan, selama belum ada keputusan inkrah dari pengadilan terkait keabsahan pengelola Curug Bidadari. Proses perizinan dari operasional objek wisata itu sendiri belum bisa dikeluarkan.

“Walaupun secara kawasan masuk ke dalam wilayah milik Perhutani. Tetapi, lokasi dari tempat bermuaranya aliran dari curug ini berada adalah lahan milik swasta,” tambahnya.

Mantan Lurah Pondok Rajeg itu pun berharap adanya keputusan dari Pemerintah Kabupaten Bogor mengenai bisa atau tidak beropersionalnya Curug Bidadari.

“ Kami berharap, forum di pemerintah daerah harus bisa menentukan keputusan keberlangsungan operasional curug ini,” pungkasnya.

Tags: ,