Disdik Kota Bogor Tetapkan PTM di 57 Sekolah Berjalan

Kota Bogor – Pasca terungkapnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terjadi di dunia pendidikan yakni 24 orang meliputi guru dan siswa di SDN Sukadamai 2, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor berencana akan terus melanjutkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap 6 di jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Bogor.

PTM terbatas tahap 6 tingkat SD tersebut, mulai dilaksanakan hari ini, Senin (22/11/2021). “Ada 57 SD yang akan melakukan PTM tahap 6. Semua sudah diverifikasi secara faktual dan sebagainya,” ucap Kadisdik Kota Bogor, Hanafi.

Menurut Hanafi, PTM terbatas tahap 6 merupakan tahapan terakhir di lingkup SD di Kota Bogor. Namun, hanya kelas 4, 5, dan 6 saja. Sedangkan untuk kelas 1, 2, dan 3 belum dapat dilakukan tatap muka. “Sekarang tingkat vaksinasi Covid-19 di Kota Bogor sudah 90 persen, artinya dengan ikhtiar tersebut diharapkan tak terjadi lonjakan yang mengakibatkan anak-anak terpapar Covid-19,” ujarnya.

Kendati demikiaan, protokol kesehatan harus tetap dilakukan baik menjaga jarak, tidak berkerumun, termasuk bagi siswa yang sedang sakit tidak dianjurkan untuk pergi ke sekolah.

“Prokes ini perlu kita ingatkan. Termasuk anak pulang sekolah, banyak yang jualan, kita koordinasikan dengan kelurahan agar yang berjualan harus dikontrol, jangan sampai mereka jajan berakibat terpapar covid,” jelasnya.

Baca juga:  Dishub Ajukan Rp 70 Miliar untuk Park and Ride Bojonggede 

Sebelumnya, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bogor kembali meningkat. Kali ini, kasus meningkat usai Pemerintah Kota Bogor melakukan test Covid-19 di sekolah dasar (sd) yang telah melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, pada Kamis (18/11/2021).

Berdasarkan hasil test, terungkap ada sebanyak 24 orang diantaranya 10 tenaga pendidik dan 14 orang siswa dari SDN Sukadamai 2 terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala.  Menanggapi hal itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya meminta PTM di SDN Sukadamai 2 untuk dihentikan sementara selama 10 hari sesuai dengan aturan serta dilakukan tracking terhadap orang yang melakukan kontak erat.

“Semua yang kontak erat sekarang sedang di tracking dan segera dilakukan swab PCR,” ucapnya.

Menurut Bima, adanya kasus positif Covid-19 dikalangan tenaga pendidik dan siswa dinilai bukan indikasi gelombang ketiga, melainkan indikasi terbentuknya heard immunity lantaran orang yang positif ini tanpa gejala. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan observasi 10 hari kedepan, kontak erat akan ditelusuri dan diminta Dinas Pendidikan untuk berkoordinasi dengan sekolah, memantau kalau ada yang bergejala. (MTH)

Tags: , , ,