DPR RI Soroti Penanganan Bencana Kekeringan di Bogor Timur

Jonggol, HRB

Anggota DPR RI yang juga politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, terjun langsung keliling wilayah Kabupaten Bogor yang merupakan daerah pemilihannya sejak beberapa pekan lalu. Dari hasil kunjungannya itu, Adian meminta Pemerintah dan pihak terkait dapat menanggulangi bencana kekeringan yang melanda sejumlah Kecamatan di Kabupaten Bogor akibat kemarau berkepanjangan. 

Aktivis senior  ini mengaku sudah berkeliling ke lebih dari tiga puluh desa dalam tiga pekan terakhir, mulai dari Kecamatan Rumpin di wilayah Utara , Cariu hingga Jonggol di wilayah Timur Kabupaten Bogor. Hasilnya diketahui para warga setempat tengah mengalami kesulitan air bersih.

“Oleh karena itu saya meminta Bupati Bogor, Gubernur Jawa Barat, Menteri PUPR dan Menteri Sosial untuk segera membangun dan mempersiapkan infrastruktur air bersih bagi rakyat agar mereka tidak mencuci, meminum air yang tidak berstandar kesehatan bagi manusia,” terang Adian dalam keterangan resminya, Minggu (3/9/2023).

Terakhir, Adian mengaku melakukan pengecekan di Desa Sukasirna, Jonggol. Di sana, para warganya juga mengalami kesulitan air bersih. Menurutnya, jarak 90 Km dari Istana Merdeka dan 87 Km dari Gedung DPR RI dirasa cukup dekat untuk bergerak cepat menuntaskan persoalan yang terjadi di sana. 

“Bapak Presiden Jokowi yang terhormat hadirlah dalam penderitaan rakyat, di manapun. Saya berharap dengan jarak yang sangat dekat itu negara bisa bertindak dengan cepat. Kami tunggu kehadirannya dan perbaikan infrastrukturnya,” tandasnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan, dari 11 daerah di lima wilayah Jawa Barat yang telah mengalami kekeringan, kejadian kekeringan paling banyak ada di Bogor. “Wilayah terdampak kekeringan tersebut saat ini terkendala suplai air bersih dan air baku,” ujarnya.

Baca juga:  Perbaikan Jalan Industri Tarikolot Mendesak  

Sementara itu, dilaporkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan mengajukan penambahan biaya tak terduga (BTT) pada APBD Perubahan tahun 2023 untuk antisipasi penanganan kekeringan panjang. Di bulan Agustus ini, pengajuan BTT untuk penanggulangan tersebut baru sebesar Rp78 juta.

“BTT sesuai kebutuhan, yang seminggu kemarin itu Rp78 juta. Saya minta estimasi untuk satu bulan dulu kebutuhannya,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin, Kamis (31/8/2023). Burhan memperkirakan uang puluhan juta itu tidak akan cukup untuk pemenuhan kebutuhan kekeringan di bulan-bulan yang akan datang.

 

Sebab, lanjut dia, kebutuhan BTT itu tidak hanya untuk transportasi puluhan truk pengangkut air, tapi juga untuk pemenuhan kebutuhan para sopir dan lainnya. “Minimal BTT itu untuk beli solar dan untuk uang jejeg (makan) sopir. Airnya gak beli karena PDAM siap,” jelas Burhan.

Menurutnya, selain kebutuhan kekeringan, penambahan BTT pada APBD 2023 itu juga diperlukan untuk antisipasi musim penghujan. Dimana, tidak sedikit bencana alam yang dihadapi masyarakat Kabupaten Bogor di peralihan musim itu. “Biasanya setelah musim kemarau panjang ini, kadang kadang kalau hujan tinggi, biasanya kita pikirkan longsor dan banjir,” tuturnya.

Sementara, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Asep Sulaemen menjelaskan, bahwa 1,2 juta air bersih telah didistribusikan ke 77 desa atau kelurahan di 23 kecamatan sejak 2 Mei hingga 24 Agustus 2023.

Bantuan air bersih ini dikirim oleh petugas menggunakan mobil-mobil tangki milik BPBD Kabupaten Bogor dan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan. “Bantuan air bersih ini untuk masyarakat yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih akibat kekeringan,” kata Asep. (Asb)