DPRD Kota Bogor: BISKITA Jangan Jadi Bahan Seremoni Bima Arya

Kota Bogor – Ketua Fraksi PPP DPRD Kota Bogor, Zainul Mutaqin mewanti-wanti agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Wali Kota Bogor Bima Arya bisa mengelola operasional BISKITA TRANS PAKUAN dengan baik dan hati-hati.

Jika tidak dikelola dan dirawat dengan baik, nasibnya bakal sama seperti Bus Transpakuan yang lebih dulu beroperasi oleh Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) Kota Bogor, yang kini jadi bangkai dan terbengkalai di Terminal Bubulak.

“Pemkot harus serius dan konsisten dalam mengelola moda transportasi massal ini, program BTS harus sejalan dengan komitmen konversi angkot ke bus. Sebab tujuannya mengurangi kemacetan tanpa mengurangi pelayanan transportasi kepada masyarakat. Jangan sampai terulang pengalaman pengelolaan Transakuan terdahulu, yang dianggap gagal dan malah menyisakan masalah,” kata Zainul, Selasa (2/11/21).

Zainul juga meminta Pemkot Bogor jangan terlelap dalam euforia seremonial datangnya bus dengan nama BISKITA Trans Pakuan itu saja, namun harus memperhatikan perawatan bus-bus yang direncanakan ngaspal di empat koridor.

“Jangan terlelap dalam euforia, perawatan bus harus diperhatikan, terlebih keberadaan bus ini masih full subsidi pemerintah karena gratis. Jangan sampai nanti di akhir tahun malah sudah rusak,” ujar Zainul.

Pemkot Bogor juga diminta  memerhatikan nasib para sopir angkot yang diproyeksikan jadi sopir bus. Karena konversi angkot tersebut pasti berpengaruh terhadap hilangnya mata pencaharian bagi sebagian sopir angkot yang tidak terakomodir menjadi sopir BISKITA Trans Pakuan.

“Tidak mungkin seluruh sopir angkot bisa beralih menjadi sopir bus, karena jumlah bus jauh lebih sedikit dari jumlah angkot yang dikonversi. Inilah masalah yang akan timbul dan tentu saja harus dicarikan solusinya oleh pemkot,” tutur Zainul.

Semenatara itu, Bima Arya resmi mengaktifkan operasional BISKITA yang merupakan  bus program Buy The Service (BTS) di Kota Bogor dengan cara  yang sangat seremoni, Selasa (2/10/21).

Baca juga:  Bima Arya : Pemimpin Harus Kuasai Detail Agar Tidak Mudah Dibohongi

Mulai dari Wali Kota Bogor Bima Arya, Kepala BPTJ Polana B Pramesti, Forkopimda hingga artis ibukota Wika Salim turut hadir dalam peluncuran bus yang dinamakan BISKITA Trans Pakuan yang dibiaya oleh uang rakyat. .

Bima Arya mengatakan bahwa hadirnya bus ini sebagai babak baru sistem transportasi publik di Kota Bogor, termasuk perpanjangan konversi tiga angkot diganti menjadi 1 bus. Selain itu, sambung dia, ngaspalnya BISKITA Trans Pakuan ini juga menjadi tanda memulai kebiasaan dan budaya baru.

Misalnya membiasakan angkutan masal dan penumpang untuk berhenti pada tempatnya, menyetop bus di shelter, pengunaan aplikasi untuk tahu bus ada dimana, hingga membiasakan tidak buang sampah di dalam angkutan umum dan pembayaran non tunai.

“Nggak cuma bus-nya baru, kita juga mulai kebiasaan baru, budaya baru. Biasakan berhenti pada tempatnya, setop bus di shelter, nggak buang sampah di bus, membiasakan sopir nggak menggoda penumpangnya, sopir juga taat standar pelayanan hingga membiasakan pembayaran non tunai,” katanya.

Selain akan menghapus julukan Kota Sejuta Angkot, keberadaan BISKITA Trans Pakuan juga akan menyisakan sejumlah persoalan sosial, salah satunya adalah  penggannguran yang akan bertambah, karena sejumlah pengemudi angkot akan di pastikan akan menganggur meski Bima Arya sendiri menjamin akan melibatkan mantan-mantan sopir angkot untuk menjadi sopir bus dan mekanik BISKITA tersebut.

Tapi persoalan persyaratan dan prosedur akan menjadi hambatan bagi mantan sopir angkot tersebut karena tidak bisa memenuhi persyaratan yang di tentukan oleh Pemkot Bogor.  (djm)

Tags: , ,