Dr. Yenti Garnasih Soroti Polemik dan Mangkraknya Pembangunan Apartemen Gardenia Bogor

BOGOR, RBN – POLEMIK mengenai Apartemen Gardenia yang terletak di Bogor terus memunculkan kekhawatiran dan kekecewaan bagi para konsumen. Apartemen ini dibangun oleh PT. Duta Senawijaya Mandiri, dengan penjualan dimulai sejak tahun 2013. Namun, kendati telah berjalan beberapa tahun, pembangunan tidak kunjung selesai.

Rencana yang awalnya menetapkan pembangunan akan berlangsung selama 2 tahun 6 bulan dengan toleransi 6 bulan. Seharusnya, pada bulan April 2017, pembangunan sudah selesai atau paling lambat bulan Oktober 2017. Namun, pada tahun 2019, pembangunan tiba-tiba terhenti, meninggalkan proyek tersebut tidak terselesaikan.

Pakar Hukum Yenti Garnasih mengomentari Polemik yang terjadi di Apartemen Gardenia Bogor menjadi bukti bahwa perlindungan konsumen dan penegakan hukum yang efektif sangatlah penting dalam pembangunan dan penjualan properti. Diharapkan penyelesaian dapat segera ditemukan untuk kebaikan semua pihak yang terlibat.

“Saya mengapresiasi terhadap Sembilan Bintang yang memberikan pendampingan bagi korban/polemik konsumen apartemen Gardenia. Namun, penyelesaian secara hukum tampaknya menjadi satu-satunya jalan untuk memenuhi hak dan kewajiban para pihak yang terlibat,” ujar Yenti Garnasih. 

Ketua Paguyuban Konsumen Apartemen Gardenia Bogor,  Yanto Purwanto mengatakan, meskipun ada kesepakatan perdamaian (homologasi) antara PT. Duta Senawijaya Mandiri dan konsumen pada bulan Maret 2021, yang menetapkan PT. Duta Senawijaya Mandiri akan meneruskan pembangunan dalam waktu 18 bulan sejak bulan Januari 2022, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pengembang.

Baca juga:  Pak Bima, Kapan Kota Bogor Bebas Macet ?

Lanjut Yanto Purwanto, Pihak konsumen juga telah melakukan berbagai langkah, termasuk mengadukan nasib mereka kepada berbagai pihak, termasuk Wali Kota Bogor, DPRD Kota Bogor, DPR-RI, dan Presiden RI. Namun, tanggapan atas keluhan mereka nampaknya belum terwujud.

“Tidak hanya itu, PT. Duta Senawijaya Mandiri juga tidak memberikan tanggapan atas surat yang dikirimkan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) maupun Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Bogor,” pungkasnya. 

Purwanto juga mengatakan, DPRD Kota Bogor telah melakukan langkah-langkah untuk menindaklanjuti keluhan konsumen dengan mengundang PT. DSM untuk memberikan pendapatnya, namun pihak PT. DSM tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Sementara itu, kondisi terkini gedung Apartemen Gardenia menjadi bangunan yang mangkrak dan terbengkalai, sementara PT. DSM masih mempekerjakan beberapa pegawai dengan jam kerja terbatas.

Perhitungan hutang PT. Duta Senawijaya Mandiri kepada para kreditor juga mencapai jumlah yang cukup besar, termasuk kepada bank, pemerintah, dan konsumen.

Tags: , , , ,