Dugaan Pungli SMAN 2 Cileungsi, Orangtua Pertanyakan RKB

CileungsiAdanya dugaan Pungutan Liar (pungli) di SMAN 2 Cileungsi saat penerimaan siswa baru, hingga kini masih belum jelas penyelesaiannya. Perwakilan dari pihak sekolah pun terkesan tutup mulut dan tidak transparan terkait penggunaan anggaran yang diminta dari calon siswa pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021. Padahal, alasan pihak sekolah meminta pungutan adalah untuk pembangunan Ruang Kelas Baru agar dapat menampung siswa yang tidak diterima melalui jalur penerimaan reguler.

“Alasan pungutan untuk pembangunan ruang kelas baru itu cuma alasan pihak sekolah untuk meminta pungutan dari orang tua siswa. Karena tidak ada dan tidak boleh ada pungutan dengan alasan apa pun. Jadi tidak bakal ada yang namanya pembangunan Ruang Kelas Baru,” kata Pengurus Presidium Bogor Timur, Juliandi Effendi, Senin (22/11/2021).

Menurut dia, persoalan pungutan liar di SMAN 2 Cileungsi harus segera diselesaikan, karena hal itu sudah sangat merugikan orang tua siswa. Terlebih pungutan tersebut dilakukan pada saat situasi pandemi dimana semua orang merasakan kesulitan ekonomi.

Baca juga:  Korban Bencana Akan Direlokasi, DPKPP Jangan ‘Asal’ Tentukan Lokasi

“Ini sudah tidak manusiawi sekali dan tidak bisa ditolerir tindakan pungli tersebut,” ujarnya.

Julianda mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kantor Cabang Dinas Pendidikan (KCD) Wilayah 1 terkait kasus pungli di SMAN 2 Cileungsi. Dari hasil pertemuan tersebut, kata Julianda, pihak KCD berjanji akan menyelesaikan masalah tersebut. Salah Satu yang menjadi agenda adalah pengembalian pungutan kepada para orang tua siswa.

“KCD sudah sepakat agar uang pungli tersebut harus dikembalikan. Jadi semua pungutan yang besarannya Rp 10 jt sampai Rp 15 jt itu harus segera dikembalikan,” tegasnya.

Sementara itu, Salamah selaku Wakil Kepala SMA 2 Cileungsi, belum bisa memberikan komentarnya ketika dikonfirmasi terkait pembangunan ruang kelas baru tersebut.(Fik/Asb)

Tags: ,