Ganjil Genap Dikeluhkan Warga

Foto: Caption : Petugas kepolisian mengatur lalu lintas saat pemberlakuan sistem ganjil genap di Kota Bogor.(HRB)

KOTA BOGORSulit dipungkiri, penerapan kebijakan ganjil genap (Gage) pada akhir pekan lalu, berdampak terhadap beberapa sektor perekonomian seperti pusat perbelanjaan, hotel dan pariwisata. Salah satunya yang dirasakan pihak pengelola lokasi wisata edukasi dan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor.

General Manager Corporate Communication and Security PT MNR selaku pengelola Kebun Raya Bogor Zaenal Arifin mengatakan, pengunjung Kebun Raya Bogor berkurang sebesar sekitar 60 persen jika dibandingkan pada akhir pekan sebelum diberlakukannya sistem ganjil genap.

“Ganjil genap ini sangat berdampak kepada pengunjung, menurun lebih dari 60 persen. Sebelumnya pengunjung 4.000 sampai 5.000 pada akhir pekan,” kata Zaenal, Selasa (22/6/2021).

Hal serupa terjadi di pusat perbelanjaan Bogor Trade Mall (BTM) di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor yang merupakan di jalur Sistem Satu Arah (SSA). Chief Marketing Communication BTM, Chintan Silalahi. menyebutkan, penerapan ganjil-genap pada akhir pekan berpengaruh dengan penurunan jumlah pengunjung.

Meski tidak bisa menyebutkan berapa besar jumlah penurunan pengunjung, menurut Chintan menurunnya jumlah pengunjung disebabkan oleh jalan menuju arah Mall BTM yang ditutup oleh petugas.

Baca juga:  Kejar Target Kekebalan Tubuh, Polres Bogor Buka Gerai Vaksin Booster di Wilayah Polsek

“Terkait penerapan ganjil genap di Bogor sangat berpengaruh terhadap mal BTM. Mengingat banyaknya pengalihan jalan serta akses menuju ke BTM juga ditutup oleh pihak petugas. Sehingga pengunjung yang akan datang ke BTM sangat kesulitan mendapatkan akses,” ujar Chintan.

Terpisah, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay mengatakan, okupansi hotel di Kota Bogor menurun sebesar sekitar 40 persen ketika ganjil-genap diterapkan. Namun, para hotel sudah memperkirakan akan terjadi penurunan okupansi ketika mendengar kabar ganjil genap kembali diterapkan.

Meski demikian Yuno menjelaskan, beberapa hotel dari 110 hotel yang ada di Kota Bogor sempat membuat promosi ganjil genap. Seiring dengan diterapkannya kebijakan tersebut di Kota Bogor.

“Kita ikut aturan saja. Pengaruhnya pasti ada. Akhir pekan ini turun sekitar 40 persen,” pungkasnya. (wml)

 

Tags: , ,