Gegara PMK, Pedagang Sapi Pesimis, Penjual Kambing Malah Kebanjiran Order

PMKIST: Gegara PMK, Pedagang Sapi Pesimis, Penjual Kambing Malah Kebanjiran Order.(foto: wan/asz)

Ciwi, HRB – Menjelang Hari Raya Idhul Adha, para peternak kambing mengaku kewalahan karena kebanjiran orderan. Bahkan, mereka mengaku kewalahan karena kehabisan stok hewan ternak.

Disisi lain, sejumlah pedagang hewan kurban sapi malah mengaku was-was dan khawatir merugi. sebab, merebaknya wabah penyakit kuku dan mulut (PMK) pada hewan ternak di wilayah Kabupaten Bogor akan berpengaruh ke semua wilayah.

Seperti dituturkan HM Ading Suherman, pedagang sapi di Jalan KR Moh Toha Desa Bendungan, Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor yang mengaku khawatir wabah PMK berdampak terhadap tingkat penjualan hewan kurbannya. Ia khawatir hewan ternaknya tidak laku di pasaran. Sementara biaya perawatan yang ia keluarkan tidak sedikit.

“Belum ada gambaran bagaimana prospek penjualan sapi untuk kurban Idul Adha. Dalam situasi saat ini, berbagai cara sudah saya lakukan agar sapi bisa terjual. Salah satunya dengan meyakinkan calon konsumen ataupun langganan bahwa sapi yang pasarkan ini bebas dari PMK sehingga layak dijadikan hewan kurban,” katanya.

Meski dilanda kekhawatiran, lanjut dia, namun dirinya tetap optimis akan ada permintaan dari konsumen. Karena sapi yang dijualnya sudah dicek dinas serta diberikan vaksin oleh dinas terkait.

“Sudah divaksin dan hasil pengecekan tidak terindikasi PMK. Mudah-mudahan ada pembelinya sehingga biaya perawatan sehari-hari dapat tertutupi,” terangnya.

Lelaki yang sudah bertahun – tahun menjadi pedagang hewan kurban ini pun mengaku sudah memiliki langganan. Sebagian sapi yang dijualnya berasal dari luar daerah, salah satunya Bojonegoro.

Baca juga:  Lima Kecamatan di Bogor Utara Jadi Posko PMK

“Dengan adanya informasi wabah PMK, ya sedikit ada kekhawatiran dan rasa was-was. Tapi dulu juga sempat ada penyakit antraks, tapi tetap saja kebutuhan untuk kurban pasti selalu ada,” paparnya.

Terpisah, Solahudin peternak dan pedagang kambing menyebut bahwa wabah PMK tidak berpengaruh terhadap penjualan kambing untuk Qurban Idul Adha. Justru saat ini mengalami peningkatan, bahkan pria asal Kampung Cibolang, Desa Telukpinang itu mengaku kewalahan menerima pesanan karena kehabisan stok.

“Kalau kambing tidak ada penurunan omset, tapi justru meningkat. Hal ini disebabkan adanya penutupan Rumah Potong Hewan (RPH) karena adanya wabah PMK, jadi pedagang dipasar beralih menjual daging kambing,” kata Dia.

Menurutnya, Karena adanya peningkatan, permintaan untuk hewan kurban Idul Adha. Saat ini, Dirinya tidak melayani lagi karena kenaikan harga kambing bervariasi mulai Rp 2,4 juta, tiga juta hingga enam juta rupiah.

“Permintaan kambing untuk kurban meningkat. Ternak dikandang sudah habis terjual, hanya tersisa beberapa ekor saja, belom cukup umur itupun adapun yang telah layak untuk bisa buat kurban, semua sudah dipesan pembeli. Dan Harganya pun ada kenaikan karena kesediaan nya bisa dibilang terbatas,” pungkasnya. (wan).

Tags: , , ,