Guru di Kota Bogor Belum Divaksinasi COVID-19, Kadisdik: Belum Bisa Ngajar di PTM Terbatas

Walikota Bogor, Ketua DPRD, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor.

Kota Bogor – Guru dan tenaga pendidik di Kota Bogor yang belum divaksinasi Covid-19, belum boleh mengajar pada pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Saat ini di kota hujan tersebut masih ada sebanyak 200 guru dan tenaga pendidik yang belum divaksinasi dengan berbagai alasan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi, terkait hasil evaluasi berkala pelaksanaan PTM terbatas yang berjalan hampir satu bulan di Kota Bogor, Jawa Barat.

Rapat evaluasi yang berlangsung di kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor ini bersama dengan Pengawas Korwil dari setiap kecamatan. Diketahui, Kota Bogor mulai menggelar PTM terbatas pada 4 Oktober lalu.

Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi menjelaskan, rapat evaluasi hasil uji coba PTM ini dilakukan untuk menentukan apakah pelaksanaan PTM yang sudah dilaksanakan untuk tingkat SMP dan SD dapat dilanjutkan, diperluas atau sebagainya.

Hanafi menegaskan, guru dan tenaga pendidik yang belum divaksinasi, belum boleh mengajar pada pelaksanaan PTM terbatas di Kota Bogor di jumlah sekolah tingkat SD dan SMP.

Kadisdik mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran ke seluruh sekolah di bawah kendali Disdik Kota Bogor, mengenai belum diperbolehkannya guru yang belum divaksinasi untuk mengajar saat PTM.

“Sudah surat edaran, guru yang belum divaksin belum bisa ngajar di PTM terbatas. Jadi daring dulu,” kata Hanafi, Senin (25/10/2021).

Dia mengungkapkan, ada sekitar 200 guru dan tenaga pendidik yang belum divaksinasi dengan berbagai alasan. Mulai dari mereka yang memiliki penyakit bawaan atau komorbid, lalu mereka yang penyintas Covid-19, bahkan ada yang enggan disuntik vaksin.

“Kami terus beri pemahaman. Untuk komorbid kami minta dahulu pemeriksaan dokter spesialis yang mengeluarkan rekomendasi boleh tidaknya divaksin. Bagi yang nggak mau, kami beri pemahaman terus. Intinya kalau belum divaksin, (mengajar) daring dulu,” tegasnya.

Baca juga:  Bima Arya Kantongi Nama Calon Direktur “BUMD Sakit” PDJT

Secara umum, kata Hanafi, Disdik Kota Bogor mencatat ada 3.435 guru dan tenaga kependidikan. Dari jumlah itu, 3.259 orang sudah mendapat vaksin. “Atau setara 94,9 persen guru dan tenaga kerja sudah divaksin,” pungkasnya.

Uji coba PTM terbatas pada jenjang pendidikan SMP dan SD di wilayah Kota Bogor dilaksanakan sejak awal bulan Oktober 2021. Untuk SMP diikuti 44 sekolah pada Senin (4/10/2021). Sedangkan, untuk jenjang SD diikuti 36 sekolah pada Senin (18/10/2021).

Ke 36 SD yang mengikuti uji coba PTM ini merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan. Di mana, dalam uji coba tersebut hanya kelas 4, 5 dan 6 yang diperbolehkan melakukan PTM.

“Kalau hasilnya baik, kemudian angka Covid-19 terus menunjukkan tren baik. Maka nanti bisa saja bertahap dibuka untuk dibawah kelas 4. Yang terpenting kita coba dahulu dan tidak setiap hari juga saat ini PTM digelar,” tuturnya.

Sementara itu, Kabid SD di Disdik Kota Bogor Rudy Suryanto memaparkan, khusus untuk uji coba PTM di SD yang sudah dilaksanakan sejak Senin (18/10/2021) berlangsung dengan aman. Sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan informasi terkait adanya kejadian luar biasa akibat pelaksanaan uji coba PTM tehadap anak-anak sekolah.

“Sehingga, pelaksanaan PTM dapat dilakukan secara bertahap sampai seluruh sekolah dapat melakukan pembelajaran dengan efektif. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada laporan kejadian luar biasa terhadap anak-anak selama di sekolah. Kalau hasil rapat evaluasi bagus, kami juga rencananya akan melanjutkan uji coba tahap kedua (gelombang kedua) PTM untuk tingkat SD,” katanya. (net/gin)

Tags: , ,

error: Content is protected !!
Don`t copy text!