Perajin Tahu Terancam, Harga Kedelai Meroket

Foto: Pembuatan Tahu tetap Berproduksi Walau Kedelai Mahal.(HRB)

CIAWI – Harga kacang kedelai yang saat ini mengalami kenaikan dikeluhkan sejumlah pelaku usaha, terutama bagi para perajin yang menggunakan olahan berbahan baku dari kacang kedelai seperti tempe dan tahu. 

Ade Rifai, pengrajin tahu dan tempe di Desa Teluk Pinang, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor mengaku usaha yang ia geluti sejak beberapa tahun silam kini terancam bangkrut.

“Sudah lebih dari setahun harga kedelai naik. Namun karena tidak ada usaha lain, terpaksa saya saya tetap memproduksi tahu. Walau keuntungan yang didapat menurun drastis, namun saya tidak punya pilihan lain selain bertahan,” keluhnya Senin (21/6/2021).

Alasan lainnya, lanjut dia, sebagai salah satu produsen tahu di wilayah Ciawi, nama produknya sudah sangat dikenal di kalangan konsumen.

“Ya itu salah satu alasan lainnya kenapa saya masih bertahan karena sudah memiliki pangsa pasar sendiri sekaligus mempertahankan eksistensi sebagai produsen tahu dengan logo atau merek Ade tahu,” jelasnya.

Namun dibalik kondisi yang terjadi, Ade pun memiliki alasan lain untuk tidak menutup usahanya, yakni para karyawannya yang sudah bertahun-tahun lamanya bekerja di tempatnya.

Baca juga:  Warga Tolak Vaksin, Pemdes Citapen Persulit Pelayanan

“Jelas saya harus memikirkan mereka yang memang sudah lama bekerja disini. Mereka punya keluarga yang harus dinafkahi. Apabila tidak memproduksi lagi, otomatis mereka jadi pengangguran,” tuturnya. 

Menurut dia, melambungnya harga kedelai  menyebabkan ketidakseimbangan antara ongkos produksi dengan hasil penjualan.

“Apabila dihitung secara matematik jelas tidak ada untung, hanya bisa untuk upah para pekerja saja. Namun mau tidak mau saya harus bertahan, karena hanya usaha ini sumber penghasilan mereka satu-satu nya,” keluhnya.

Ia pun meminta pihak terkait akan memberikan solusi terkait dengan kondisi yang tengah dihadapi para pelaku UKM saat ini. 

“Jangan hanya gembar-gembor mendukung usaha kecil menengah, tapi faktanya keadaan kami semakin tertekan dengan kondisi saat ini,” keluhnya. 

Terkait hal itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor Asep Mulyana Sudrajat saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA) mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (KOPTI). 

“Iya Saya cari informasi dulu yang berkaitan dengan hal ini. Nanti kita komunikasikan dengan KOPTI Kabupaten Bogor,” singkatnya.(WAN) 

Tags: , , ,