Hujan Deras Jalan di Leuwiliang ini Sering Tergenagan Air, Apa Penyebabnya?

Leuwiliang, Rakyat Bogor.Net – Saat hujan deras, badan Jalan Raya Leuwiliang – Bogor sering terjadi genangan air tepatnya di depan pertokoan Cahaya Baru di Kampung Lebak Kaum RT 02 RW 04, Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang.

Menurut warga sekitar, Ilham (45) menyampaikan genangan air di badan jalan tepatnya depan pertokoan kini sering terjadi, terlebih ketika hujan deras, padahal sebelum ada bangunan tersebut tidak pernah banjir.

“Iya (Banjir) kalau hujan, jalan depan toko ini sekarang jadi sering banjir. Lumayan tinggi, ada kali setengah meter dibawah lutut kaki orang dewasa mah, jadi kendaraan kalau lewat sini harus ekstra hati-hati,” ungkap Ilham kepada Wartawan, pada, Jumat 24 Mei 2024.

Menurutnya, banjir di jalan tersebut diduga kurangnya pengawasan dari pihak terkait. Diperparah akibat sampah plastik dan pasir mengakibatkan tersumbatnya aliran drainase.

“Sebelumnya sih enggak sering banjir gini, tapi sekarang sering banjir. Mungkin sampah dan pasir numpuk kali, karena saluran airnya kecil,” katanya.

Menurut dia, Baik itu ketua RT maupun RW setempat sudah bermusyawarah dengan pemilik pertokoan yang tak jauh dari lokasi genangan air tersebut.

“Karena mungkin setelah ada bangunan itu jadi sering banjir. Tapi sampai saat ini belum ada tindakan. Terus dari pihak terkait juga tidak ada pengontrolan, kalau ada mah gak mungkin dibiarin gitu aja,” katanya.

Menurut Kasie Trantib Pol PP Kecamatan Leuwiliang, Heri Gunawan menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak RT maupun RW dan juga melakukan pemanggilan kepada pemilik toko Cahaya Baru.

Baca juga:  Warga Keluhkan Proyek Jalan Cipinang-Lebakwangi

“Bahkan sudah beberapa kali kami panggil yang punya tokonya, tapi sampai saat ini belum ada respon atau menghadap,” katanya.

Sementara itu, Camat Leuwiliang, WR Pelitawan mengaku sudah melakukan pengontrolan ke lokasi bahkan pihaknya juga sudah memanggil pemilik toko.

“Kalau itumah kita bersama Kasi Trantib, setiap kali banjir sudah tiga kali melakukan pengecekan bahkan sudah kita panggil juga. Tapi sampai sekarang belum ada tanggapan atu respon,” katanya.

WR. Pelitawan mengatakan, genangan air terjadi di badan jalan Nasional, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan PUPR guna mecari langkah terbaik mengatasi persoalan banjit tersebut.

“Kami sudah koordinasikan bagaimana baiknya,” katanya.

Menurut dia, saat pembangunan, pemilik toko diduga tidak memperhatikan pembuangan saluran air dengan baik sehingga berdampak terjadinya genangan air di badan jalan raya Leuwiliang-Bogor tersebut.

“Ternyata pas saya cek, mereka buang airnya kesitu. Coba cek aja tuh pipa pipa saluran dari toko itu, itukan mereka buangnya kesitu (Drainase). Dulu kan bangunan disitu tidak seperti itu, dan dampaknya juga tidak separah kaya sekarang,” katanya.

Seharusnya, kata dia, pemilik toko memperhatikan saluran pembuangan air agar tidak terjadi genangan di jalan raya.

“Minimal dibuatkan saluran airnya memakai besi yang bolong bolong, jangan ditutup begitu. Jadi kan kalau ada sampah atau pasir yang numpuk terkontrol dan bisa diangkat, jangan ditutup seperti itu,” katanya. (Rdy)

Tags: ,