Insentif Ratusan Nakes Cair Setelah Sembilan Bulan Tertahan

Foto: Ilustrasi tenaga kesehatan Kota Bogor saat menjalankan tugas penanganan covid 19.(wml)

KOTA BOGOR – Insentif ratusan tenaga kesehatan (Nakes) yang menangani pasien Covid 19 dikabarkan cair pada pekan lalu setelah sembilan bulan tertahan. Kabar pencairan ini dikuatkan oleh pernyataan Wakil Walikota Bogor, Dedie A. Rachim yang dihubungi melalui pesan singkat.

“Alhamdulillah sudah cair minggu lalu,” ujar Dedie, Selasa (29/6/2021).

Namun begitu, Didie belum bisa memastikan total tenaga kesehatan di Kota Bogor yang menerima insentif tersebut.

“Datanya tidak hafal, intinya untuk nakes yang menangani Covid-19,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, jika tahun lalu sumber anggaran untuk pembayaran insentif nakes berasal dari bantuan operasional kesehatan Kementerian Kesehatan.

Mulai tahun ini, sumber anggaran pembayaran insentif dibebankan pada APBD Kota Bogor. Atas kebijakan itu, Pemkot Bogor menganggarkan Rp 4 miliar untuk pembayaran insentif nakes selama sembilan bulan terakhir.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bogor, Denny Mulyadi mengaku jika Pemkot Bogor sempat melakukan refocusing anggaran yang dialokasikan untuk penanganan Covid-19. Dimana hasil refocusing APBD yang dilakukan dari beberapa OPD tersebut hampir mencapai Rp.90 miliar.

“Total Rp.89 miliar, hampir Rp.90 miliar,” kata Denny.

Diketahui sebelumnya, insentif ratusan tenaga kesehatan (nakes) yang menangani pasien Covid-19 tertahan sejak sembilan bulan terakhir. Hal itu dibenarkan Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir. Bahkan Ia meminta kepada Pemerintah Kota Bogor untuk segera membayarkan insentif ratusan nakes tersebut.

Baca juga:  Wapres Minta Kampung Batik Cibuluh Dijadikan Destinasi Wisata

“Memang dari Oktober, November, Desember 2020 sampai sekarang belum, tapi itu sudah ada uangnya. Kemarin dari kita sudah mengajukan tinggal menunggu pencairan saja,” kata Ilham.

Saat ini proses pencairan insentif nakes itu sedang tahap review kembali agar penyalurannya tidak salah sasaran. Ilham meminta agar insentif nakes menjadi perhatian khusus.

“Pertama kami bisa mengerti itu. Mudah-mudahan, saya sudah memberikan rasionalisasi agar para nakes bersabar, tapi memang sebagai direktur kalau bisa minta dipercepat,” ungkapnya.

Kendati demikian, RSUD Kota Bogor sudah menambah ruang isolasi khusus pasien Covid-19. Ilham mengatakan, setiap penambahan bed memerlukan banyak perawat. Setiap enam bad satu perawat.

Ilham mengungkapkan, total nakes di RSUD Kota Bogor sebanyak 400 orang, sedangkan hanya separuh nakes di antaranya yang tercatat menangani pasien Covid-19.

“Jumlah nakes 400, 200 nakes diantaranya yang terlibat dalam penanganan Covid,” pungkasnya. (wml)

 

Tags: , ,