IPB University Bekali Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan dengan Etika Veteriner

IPB UniversityIPB University Bekali Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan dengan Etika Veteriner

Bogor, HRB – Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University telah menyelenggarakan Pembekalan Etika Veteriner untuk mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan (PPDH) semester 3 periode 1 tahun 2021-2022, yang diselenggarakan secara online melalui zoom belum lama ini.

Dekan SKHB IPB University Prof Deni Noviana menyampaikan bahwa dokter hewan sebagai suatu profesi atau bidang pekerjaan sangat terikat dengan etika. “Kegiatan ini menjadi penting untuk mahasiswa PPDH sebagai calon dokter karena memberikan pembekalan terkait etika profesi, aspek norma, dan aspek hukum pada bidang pekerjaan yang akan digeluti,” kata Deni Noviana.

Lebih lanjut, dia pun menjelaskan, bahwa para lulusan perlu membangun komunikasi yang baik dengan klien, sesama kolega, atau atasan. “Ada empat kewajiban diri, yakni kewajiban diri sebagai dokter hewan, sebagai diri sendiri, kepada klien, serta kepada profesi dan sesama kolega sangat penting untuk dipahami sehingga bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

Pembekalan etika veteriner itu menghadirkan dua narasumber, yaitu drh RD Wiwiek Bagja dengan materi “Etika, Legislasi dan Hubungan Profesional Dokter Hewan” dan drh Kemaz Aditya Dewangga, SH MKn dengan materi “Kontrak Kerja Sebagai Dokter Hewan”.

“Hewan berperan penting dalam kehidupan manusia. Hewan banyak digunakan sebagai sumber pangan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Seperti hewan peliharaan, kepentingan hewan coba atau hewan laboratorium untuk pengembangan biomedik (bagi kesehatan manusia) dan bidang veteriner untuk kesehatan hewan dan konservasi,” ujar drh Wiwiek.

Baca juga:  Ketua Komisi III DPRD dan DLH 'Terlibat Perang Dingin', Walhi : Penanganan Lingkungan Di Kabupaten Bogor Sebatas Wacana

Menurutnya, hewan juga banyak digunakan untuk penelitian dan pendidikan sejak ratusan tahun yang lalu. Hewan telah digunakan untuk kepentingan militer dan pelacakan. “Untuk kepentingan konservasi, banyak satwa yang kehilangan habitatnya, perlu ditampung dalam area ex situ di luar habitat alaminya,” jelas drh Wiwiek.

Lebih lanjut, drh Wiwiek menyampaikan lima fungsi veteriner yang melekat pada gelar dokter hewan. Yakni safety (keamanan kesehatan), security (keamanan bahwa hewan tersebut bukan sumber penularan atau penyebaran penyakit), assurance (penjaminan berupa sertifikat kesehatan atau surat keterangan kesehatan hewan), animal welfare (kesejahteraan hewan); dan pelayanan medik veteriner.

Sementara itu, drh Kemaz memaparkan tiga tahapan dalam kontrak kerja, yakni tahap pra kontraktual berupa tahap perundingan (negosiasi) untuk mencapai kata sepakat.

“Tahap kontraktual merupakan perwujudan pencapaian kata sepakat yang menimbulkan kontraktual sehingga melahirkan hubungan hukum dan penandatanganan kontrak. Dan tahap pasca-kontraktual berupa pelaksanaan kontrak. Dengan demikian, masing-masing pihak dapat memenuhi kewajibannya,” ujarnya. */Axl

Tags: