Jalan Lintasan Perusahaan di Cicadas Gunung Putri, Diblokir Warga

GUNUNG PUTRI.HRB

Jalan menuju puluhan perusahaan di Kampung Parung Tanjung Desa Cicadas Kecamatan Gunung Putri, mendadak di blokir warga yang mengklaim kepemilihan tanah tersebut.

Diketahui, pemblokiran akses jalan menuju 10 perusahaan tersebut, karena pihak ahli waris atas nama Nemin Cs, belum pernah melakukan jual beli tanah yang saat ini menjadi lintasan kendaraan berbagai perusahaan tersebut.

Dalam aksi penutupan akses jalan tersebut, sempat terjadi kericuhan yang dipicu oleh salah satu pihak perusahaan yakni PT Megasari Makmur (MM), karena mencoba membuka penutup akses oleh puluhan Security perusahaan.

“Saya tidak terima adanya PHK 12 Karyawan oleh PT MM tanpa alasan, yang salahsatunya adalah pihak ahli waris,” kataAde Sunarya selaku Ahli waris Nemis CS, Senin (27/09).

Padahal, akses jalan tersebut diakuinya adalah milik keluarganya yang belum pernah dibebaskan oleh perusahaan manapun.

“Awal mulanya memang adanya pengurangan karyawan oleh perusahaan, makannya kami melakukan aksi ini. Lalu pihak peursahaan juga menggunakan akses lahan milik keluarga saya, jadi hak saya dong mau ditutup juga,” Tegas Ade Suryana dilokasi Aksi kepasa wartawan.

Ade menambahkan, sebelum aksi saat ini, pihaknya pernah melakukan aksi serupa. Namun, PT MM malah melaporkan ke Polres Bogor, dengan tuduhan melakukan tindak pidana.

Baca juga:  Kades Gunung Putri Ajak Pengusaha Peduli Infrastruktur

“Aksi ini sudah yang kedua kali kami lakukan. Saat aksi pertama dilaporkan oleh pihak PT MM, dan sudah berjalan tanpa ada kejelasan. amakhirnya kita lakukan aksi ini, dengan bukti kepemilikan lahan yang kami miliki,” imbuh Ade.

Selain itu, Ade juga melaporkan secara perdata, terkait kepemilikan lahan keluarganya ke Pengadilan Negeri Cibinong yang sampai saat ini masih bergulir. Artinya status tanah akses jalan yang dipakai perusahaan seharusnya berstatus Kuo atau sengketa.

“Kami juga laporkan Perdata, namun pihak PT MM tidak bisa memberikan bukti kepemilikan lahan yang saat ini dijadikan akses jalan oleh 10 perusahaan tersebut. Namun persidangannya masih berjalan dan belum ada putusan, berarti lahan ini statusnya sengketa. Makannya kami tutup, sampai adanya putusan dari Pengadilan,” paparnya.

Dia menegaskan, tidak akan memberikan akses jalan sebelum adanya putusan dari Pengadilan dan kesepakatan antara pihak perusahaan dengan keluarga.

“Kami akan terus lakukan penutupan jalan sampai ada kesepakatan antara pemilik lahan dan pihak perusahaan,” Tukasnya.

Sementara itu, pihak perusahaan PT .MM yang dimintai keterangan, belum memberikan keterangannya terkait akses jalan yang ditutup tersebut.(Gnw/As)

Tags: , , , ,