Jalan Sholis Amblas, Rencana Perbaikan Baru Tahap Lelang

Tanah Sareal – KEPALA Pengawas Lapangan PPK 5.2 Provinsi Jawa Barat dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jawa Barat Kementrian PUPR, Arimi Indira Suralena mengatakan, rencana revitalisasi Jalan Sholeh Iskandar (Sholis) yang amblas di simpang Cilebut saat ini tengah memasuki tahap lelang.

Lelang tersebut dilakukan oleh Kementerian PUPR dengan target tahun 2022 nanti, jalan yang berdekatan dengan underpass itu bisa segera di perbaiki. “Sementara jalan ditutup dan hanya boleh dilintasi oleh kendaraan roda dua,” ucapnya, Kamis (25/11/2021).

Sebelumnya, kondisi Jalan Sholis yang amblas terus mengalami penurunan tanah. Penurunan tanah sendiri telah berlangsung selama satu tahun terakhir dan semakin parah.

“Jalan Sholis yang amblas akan ditutup bagi kendaraan roda empat dan lebih, untuk selanjutnya kendaraan akan akan dialihkan melewati underpass,” jelas Wali Kota Bogor, Bima Arya. Penutupan jalan ini, lanjutnya, akan dilakukan jajaran Polresta Bogor Kota untuk mengantisipasi terjadi longsoran tanah yang lebih parah.

Apalagi saat ini kondisi cuaca mulai memasuki musim penghujan sehingga perlu diantisipasi. “Kami menyampaikan kepada warga Bogor maupun pengguna Jalan Sholeh Iskandar untuk mengantisipasi hal tersebut,” katanya. Bima mengaku, faktor penyebabnya adalah terakhir dibangun sejak tahun 2005, ditambah faktor cuaca dan yang lainnya.

Baca juga:  Kejuaraan Sepatu Roda Bogor Open 2022, 560 Atlet Berebut Piala Wali Kota

“Proses penurunannya cepat sekali dan harus ada tindakan yang cepat juga,” tegasnya. Menurut Bima, perbaikan penanganan Jalan Sholis yang amblas sudah direncanakan untuk segera dilaksanakan, tetapi harus melalui proses lelang. Pengerjaan ditargetkan mulai awal tahun 2022 dan desain perencanaannya sudah ada. “Semuanya dari Kementerian PUPR,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Bogor Kota, AKP Galih Apria menambahkan, penutupan kendaraan roda empat dan lebih sudah dimulai sampai waktu perbaikan. Nanti akan ditutup total ketika pengerjaan dimulai.

“Dampak dari penutupan jalan bagi kendaraan roda empat akan diarahkan ke underpass sehingga akan meningkatkan volume kendaraan. Potensi gangguan dan kecelakaan akan menjadi lebih tinggi juga,” katanya.

Untuk masyarakat yang terbiasa menggunakan jalan menuju arah Cilebut, akan diarahkan ke jalan yang direncanakan sebagai Stasiun Sukaresmi. Sebagai antisipasi, kata Galih, pihaknya akan menempatkan personil untuk melaksanakan pengaturan jalan.

“Jalan Sholis merupakan jalan nasional dengan volume aktifitas kendaraan yang cukup besar. Informasi yang saya dapat pengerjaan perbaikan jalan amblas akan dimulai awal tahun 2022 dengan estimasinya selama enam bulan,” ungkasnya. (MTH)