Jalani PTM, SMAN 1 Babakan Madang Tetap Waspada

Bababkan Madang – Vaksinasi menjadi syarat penting untuk sekolah menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, sebagai upaya melindungi siswa-siswi.
Seperti di SMA 1 Babakan Madang, jika jumlah pelajar dan tenaga pendidik yang sudah divaksinasi COVID-19 baik dosis 1 hingga 2, diakui sudah mencapai sekitar 97 persen.

Meskipun Vaksinasi sudah dijalankan, pihak sekolah mengaku tetap waspada dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan sekolahnya. Seperti cek suhu tubuh oleh petugas keamanan bagi siswa maupun guru yang masuk sekolah, penyediaan alat cuci tangan disetiap pintu kelas, Handsanitizer setiap kelas, hingga himbauan pemakaian masker.

“Disini kami tetap waspada dengan prokes ketat. Baik guru maupun anak didik agar terus memakai maskernya maupun rajin cuci tangan ketika hendak masuk kelas,” kata kepala SMA 1 Babakan Madang, Dra.Vera Varianti M.pd , saat ditemui rakyatbogor.net, Rabu (13/10/2021).

Dijelaskan Vera, program vaksinasi di SMA 1 Babakan Madang sudah mencapai 97 persen. Adapun yang belum, karena adanya beberapa siswa maupun 1 guru yang sebelumnya berhalangan pada waktu itu.

“Tapi saat ini sudah diajukan kembali untuk mengikuti vaksinasi,” terangnya.

Vaksinasi yang sudah dilakukan baik tenaga pendidik maupun siswa-siswi di sekolah ini, sebelumnya dilakukan tak hanya di sekolah saja, akan tetapi baik dari pihak pemerintah desa, kecamatan, kabupaten maupun Kwarcab kabupaten.

Baca juga:  Teguh Dewan Minta PT.IKSA Citaringgul, Wajib Bayar Hutang Upah Karyawan

“Kami ikuti vaksinasi dosis 1 hingga 2 jenis vaksin pfizer ini, dimana saja. Karena sesuai arahan KCD, semua bisa dilakukan dimana saja dalam mempercepat program vaksinasi pelajar sebagai syarat PTM,” jelasnya.

Vera menyebut, jumlah keseluruhan siswa-siswi dari kelas X, XI, XII sebanyak 1.100 anak baik regular maupun SMA Terbuka (SMATer), sedangkan tenaga pendidik sebanyak 45 orang. Dengan jumlah 29 Rombongan Belajar (Roombel) tersebut, setiap kelasnya diisi sebanyak 50 persen pada PTM ini.

“Setiap kelas terisi 15-16 anak, dari normalnya 36 siswa. Merekapun digilir setiap 1 minggunya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat,” ujar Vera.

Senada, Komite SMA 1 Babakan Madang H Yusup mendukung penuh langkah pemerintah dalam menerapkan kebijalan PTM terbatas di setiap sekolah. Pihaknya juga menghimbau agar sekolah tetap mengedepankan Prokes ketat.

“Kami menghimbau adanya kerjasama yang baik, untuk tenaga pendidik, siswa siswi maupu orang tua siswa untuk bersama-sama menjalankan dan terusbsaling mengingatkan pentingnya menjaga prokes,” tutupnya.(As)

Tags: , , ,