Jembatan Cimapag Tanjungsari Mengancam

TANJUNGSARI.HRB

Jembatan Cimapag, yang berlokasi di Kampung Gobang dan Kampung Cimapag Desa Buanajaya Kecamatan Tanjungsar, kondisinya sangat memprihatinkan.

Padahal, pembangunan jembatan ini belum setahun dan diresmikan oleh Bupati Bogor Ade Yasin pada 28 Desember 2020, lalu.
Dengan menghabiskan anggaran besar kurang lebih Rp. 8,1 Milliar dari APBD Kabupaten Bogor.

“Saat ini kondisi jembatan yang terlihat dari bangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), roboh diterjang derasnya air Kali Cimapag. Kondisi ini, dikhawatirkan akan terus terkikis dan mengancam,” ujar Agus (40) warga setempat, kepada rakyatbogor.net,Jumat (17/09).

Kepala Desa Buanajaya Sudrajat, mengatakan sudah meminta kepada pihak Pemda untuk secepatnya dilakukan pererbaikan. Karena, pembangunan itu sudah ada referensinya.

“Pemborong harus tanggung jawab betul-betul. Mereka yang melaksanakan pengerjaan, dari awal sampai akhir,” tegasnya.

Baca juga:  Kasus Asusila Marak, Kecamatan Jonggol Ketatkan Pengawasan

Menurut Sudrajat, bahkan diwaktu ada kejadian TPT robuh diterjang arus aliran air sungai, itu terjadi ketika jembatan baru seumur jagung atau sekitar Dua bulan dari selesai pengerjaannya.

“Seharusnya itu masa perawatan. Tapi sampai saat ini, belum ada realisasinya lagi untuk pengerjaannya,” akunya.

Sudrajat mengaku terkait hal ini, pihak pemdes sudah melaporkan ke tingkat kecamatan, terkait kondisi jembatan tersebut.

“Kita melaporkan tentang kejadian bencana alam, baik kepada kontraktor yang melaksanakan pada waktu itu. Dan pihak PUPR ,sampai saat ini belum ada tanggapan,” ucapnya

Pihaknya berharap kepada pemerintah terkait, agar segera dilaksanakan pembangunan TPT itu. Krena TPT merupakan pondasi sebagai penopang atau penahan dari jembatan.

“Kalau lama-kelamaan tidak dilaksanakan akan tergerus. Dan kerusakannya akan lebih parah,” tutupnya.(TH/As)

Tags: ,