Usai Servis Beko Miliknya, Okum Kades Malah Polisikan Mekanik

Leuwisadeng – Seorang Kepala Desa (Kades) Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Mamat Rahmat, pemilik Excavator atau Beko melaporkan mekaniknya, Snr, ke Polres Bogor, dengan tuduhan penggelapan.

Laporan ke pihak berwajib itu, tertuang dalam Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sp.Lidik/1490/X/2021/Reskrim, dimana Snr dilaporkan karena diduga menggelapkan Beko yang diperbaikinya. Atas adanya laporan Kades itu, kemarin Snr datang ke Polres Bogor untuk diminta keterangannya oleh penyidik.

Usai dimintai keterangan penyidik Unit 2 Sat Reskrim Polres Bogor, Snr yang merupakan warga RT.002 RW 003 Desa Sadeng Kolot mengatakan, bahwa apa yang dituduhkan dalam laporan tersebut sama sekali tidak benar.

Menurutnya, dugaan tindak pidana penggelapan satu unit Beko milik Kades Mamat Rahmat yang dilaporkan tidak diketahui keberadaannya, dirasakan oleh Snr aneh dan terkesan mengada-ngada.

“Saya disuruh sama Bos Mamat untuk servis Beko miliknya, tapi setelah beres malah saya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penggelapan membawa Beko itu ke luar daerah, padahal Beko itu tidak kemana-mana ada di samping kantor desa, yang tidak jauh dari rumah Bos

Baca juga:  Pengguna Jalan Kecewa, Jembatan Bailey Cikereteg Tak Jadi dibuka

Mamat,” ujar Snr, di Mapolres Bogor (11/11/2021) Dalam laporan, disebutkan Beko merk Komatsu P50 warna kuning dibawa Snr guna diperbaiki,

namun hingga saat ini terhadap alat berat tersebut tidak diketahui keberadaannya, yang terjadi pada bulan April 2021 lalu di Kampung Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Basuni Ismail, dari Kantor Hukum LBH Kujang Padjajaran Siliwangi yang mendampingi pemeriksaan Snr malah menduga balik Kades Mamat Rahmat enggan membayar biaya perbaikan Beko miliknya yang mencapai lebih dari Rp50 juta.

“Bukti pembelian sparepart mencapai Rp50 juta, belum lagi ongkos mekanik. Kami menduga, atas dasar besarnya biaya perbaikan itu dia buat laporan ke polisi seolah-olah Beko itu dibawa kabur, padahal ada dan tidak dibawa kemana-mana,” kata Basuni selaku Kuasa Hukum Snr.

Sementara itu, ketika hal ini di konfirmasi ke Mamat Rahmat yang juga menjabat sebagai Kades Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, melalui pesan singkat maupun WhatsApp ke nomor hp-nya yang dikirim awak media Pelita Baru belum memperoleh konfirmasi yang jelas. (adi)