Kakorlantas Puji Ganjil Genap di Puncak Bogor

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Istiono

Puncak Bogor – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Istiono apresiasi kolaborasi antara Pemkab Bogor, Polda Jabar, Polres dan TNI dalam mengelola pengaturan mobilitas masyarakat melalui uji coba penerapan ganjil genap.

Itu diakui Kakorlantas Polri saat mendampingi Menhub RI melakukan peninjauan uji coba penerapan ganjil genap di pos Gadog, pekan lalu.

“Kita bersyukur bahwa Kabupaten Bogor ini turun jadi level 3, tinggal bagaimana mengelola agar turun jadi level 2. Saya melihat sinergitas antara Pemkab Bogor, Polda Jabar, Polres dan TNI sangat bagus dalam memanage pengaturan mobilitas, dari minggu ke minggu  saya ikuti terus. Bahkan tiap minggu Pak Menhub RI di Jepang pun masih menginstruksikan dan memonitor perkembangan Puncak itu seperti apa. Kami rutin koordinasikan dan laporkan bahwa manajemen lalu lintas sudah dilakukan dengan baik oleh Polda, Polres, TNI, Pemprov dan Pemkab Bogor,” puji Irjen Istiono.

Menurutnya, sangat sinergi dalam melakukan pola pengaturan uji coba ganjil genap tersebut dan telah dilakukan evaluasi. Memang pada awal pertama diumumkannya PPKM Level 3 sempat terjadi penumpukan kendaraan di Puncak, akan tetapi langsung dilakukan koordinasi dan secara konkrit dilakukan oleh Polda dengan cara  penerapan ganjil genap di kawasan Puncak ini.

Baca juga:  Kualitas Pengerjaan Proyek di Bogor Timur Mengecewakan, Dewan Kritik Keras Kinerja Dinas PUPR dan UPT

“Saya lihat juga manajemen lalu lintas sangat bagus, penempatan personil ditata dengan baik, sarana prasarananya pun tergelar sangat baik, pengaturan lalu lintas dengan memberlakukan jalur rekayasa jalur menuju Puncak pun sangat baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jawa Barat (Jabar), Brigjen Pol Eddy Sumitro menambahkan, berdasarkan pengalaman beberapa kali mengawasi kawasan Puncak terutama uji coba penerapan ganjil genap berdasarkan Instruksi Mendagri, dirinya juga berlakukan buka tutup untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan.

“Karena sekarang ini tanggal genap, mobil yang naik genap, nanti yang ganjil menunggu jam 10 malam, begitu nunggu di rest area tol dimulai dari jam 12 malam, mereka berpikir bahwa kendaraan genap sudah naik, jadi di Puncak itu ada mobil ganjil dan genap, akhirnya jadi numpuk di atas Puncak. Maka dari itu kami melakukan penutupan di Gadog dan Cianjur jadi kita urai jangan sampai terjadi penumpukan di Puncak, itu pola yang kita lakukan,” tukas Wakapolda.(dkw)

Tags: ,