Kasus Covid-19 Klaster Pendidikan Kembali Bertambah di Kota Bogor

Kota Bogor – Berdasarkan hasil pemeriksaan surveilance Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) dengan pemberian swab PCR secara berkala selama bulan November 2021 oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat ada penambahan kasus positif Covid-19 baru di klaster pendidikan.

Survey berkala PTMT yang berlangsung sejak 24 – 29 November 2021 itu, dilakukan pengambilan sampel di 60 sekolah diantaranya 30 sekolah tingkat SD atau MI, 17 sekolah SMP atau MTS dan 13 sekolah SMA atau MAN.

Kadinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengatakan, pengambilan sampel di 60 sekolah berjumlah 1.980 orang, yakni 33 sampel dari tiap sekolah meliputi 30 siswa dan 3 guru.

“Sampai dengan tanggal 27 November 2021, telah didapatkan 1.391 sampel. Dari Pengambilan 1.391 sampel ini, 447 sampel telah keluar hasilnya yaitu 24 orang positif dan 423 negatif. Sedangkan, 944 sampel lain hasilnya masih belum keluar,” ucapnya, Minggu (28/11/2021).

Menurut Retno sapaan akrabnya, 24 orang positif ini diantaranya 21 orang siswa dan 3 orang guru. Serta, 18 orang asal Kota Bogor dan 6 orang luar Kota Bogor.

“Sekarang ke 24 orang yang positif sedang isolasi mandiri dirumah,” jelasnya.

Sementara itu, disinggung soal adanya virus varian baru di Kota Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku, belum ada indikasi virus varian baru di Kota Bogor. “Saya kira kalau ini dilaksanakan dimana-mana akan sama seperti itu,” tegasnya.

Bima mengatakan, hasil sampel yang dilakukan di sekolah-sekolah PTMT ini merupakan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini lantaran kalau dulu yang diambil beberapa ribu, yang keluar banyak juga. Kalo sekarang sedikit dan semuanya Orang Tanpa Gejala (OTG).

Baca juga:  Dinas Perhubungan Kaji Sistem Parkir Berbayar di Kawasan Pakansari

“Sampelnya memang ribuan, tapi yang keluar hasilnya positif hanya 20an. Dan ini dari beberapa sekolah. Kalau waktu itu di sukadamai aja,” katanya.

Bima menilai, fenomena yang terjadi kenaikan kasus positif di dunia pendidikan terindikasi ada kekebalan komunal karena semuanya tanpa gejala. “Yang sudah-sudah juga cepat sembuh dari positif ke negatif. Kontak erat juga engga banyak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinkes Kota Bogor mencatat ada penambahan kasus positif Covid-19 baru di klaster SDN Sukadami 2.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil tracing yang dilakukan terhadap 210 kontrak erat dari 24 warga SDN Sukadamai 2 yang sebelumnya telah dinyatakan terpapar virus Corona.

“Jadi setelah ditemukan kasus kita melakukan tracing dan di dapati 210 orang yang melakukan kontak erat. Kita lakukan swab terhadap kontak erat ini,” kata Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno.

Namun, dari 210 kontak erat yang terdata, baru 196 orang yang sudah dilakukan swab test. Dari jumlah itu pun, hasil swab tes baru keluar untuk 150 kontak erat.

“Satu orang dinyatakan positif dan sisanya (149 kontak erat) negatif. Itu pun OTG juga dan tidak menyadari,” ucapnya.

Sementara, saat ini pasien positif baru yang didapati berdasarkan hasil swab 150 kontak erat itu sedang menjalani perawatan di rumah. (MTH)