Kasus Covid-19 Mencuat, Pemkot Bogor Perketat Prokes

Foto: Walikota Bogor Bima Arya Saat Konferensi Pers di RSUD Kota Bogor.(HRB)

KOTA BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memperketat pengawasan protokol kesehatan (prokes), di wilayah Kota Bogor. Langkah itu diambil, mengingat dalam beberapa pekan terakhir lonjakan kasus Covid-19 di Kota Bogor kian mengkhawatirkan.

 Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengatakan, data-data menunjukkan bahwa Kota Bogor harus siaga menghadapi tren lonjakan Covid-19 yang sangat serius.

 “Data menunjukkan terjadi lonjakan positif di Kota Bogor yang berdampak bagi ketersediaan tempat tidur di rumah sakit di Kota Bogor. Kalau tadinya BOR di Kota Bogor dibawah 20 persen maka perhari ini angkanya 51 persen,” kata Bima saat konferensi pers, di RSUD Kota Bogor, Rabu (16/6/2021).

 Berdasarkan rincian kasus Covid-19 di Kota Bogor, lanjut Bima, belum pernah sebelumnya RSUD Kota Bogor menerima lonjakan pasien Covid-19 sebegitu tinggi dalam waktu yang bersamaan, seperti yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga:  Implementasikan Restorative Justice, Kejari Hadirkan Bale Badami Adhyaksa

 “Hal itu menunjukan bahwa Kota Bogor harus betul-betul melakukan langkah-langkah cepat, karena kita pun mengantisipasi bahwa varian baru telah masuk di Kota Bogor,” ungkapnya.

 Selain kebijakan pemberlakukan kembali ganjil genap. Pemkot Bogor mengeluarkan pembatasan masyarakat, khususnya pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu. Bima pun menyampaikan bahwa situasinya saat ini serius.

“Kepada khalayak warga Kota Bogor agar mengurangi mobilitas. Jadi sebaiknya kalau tidak ada kepentingan yang penting terkait dengan tugas atau pekerjaan atau hal lain maka sebaiknya menahan diri untuk tidak keluar rumah. Rem sekarang harus ditarik, kalau tidak maka kita akan memasuki fase-fase yang jauh lebih berbahaya dibanding dengan masa-masa sebelumnya,” pungkasnya. (wml)

 

 

Tags: ,