Ketua DPRD: Masjid Dapat Dijadikan Pusat Kegiatan Masyarakat

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto saat peletakan batu pertama perluasan Masjid Mushab Bin Umair RW 13 Ciparigi

Kota Bogor – Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengatakan masjid memiliki peran luas dari sekedar tempat beribadah.

Berdasarkan sejarah peradaban Islam, lanjut Atang, masjid dikenal sebagai pusat kegiatan sosial, ekonomi, pertahanan, pendidikan dan kebijakan publik di masa kenabian.

“Untuk itu, konsep masjid sebagai pusat kegiatan sosial kemasyarakatan harus tetap dihidupkan dan diaplikasikan pada masa sekarang,” papar Atang lagi.

Penegasan Atang itu diungkapkan saat Ketuq DPRD ini mengisi kajian Subuh di Masjid Mushab Bin Umair (MBU), Villa Bogor Indah, Ciparigi, Kota Bogor Minggu (17/10) kemarin.

Dikatakan Atang, saat ini sebagian besar masjid hanya berfungsi sebagai tempat beribadah saja dan bahkan terkadang sebagian masjid juga tidak memberi akses orang untuk masuk ke dalam di luar jadwal sholat.

“Banyak masjid dikunci sehingga orang tidak bisa masuk ke dalam babguna masjid itu. Bahkan saat mau sekedar sholat diterasnya saja tidak bisa,” ujar Atang nenambahkan.

Padahal, menurut Atang keberadaan masjid harus dapat menjadi contoh dan solusi dari berbagai permasalahan masyarakat, seperti kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di awal masa pandemik seperti saat ini.

“Masjid bisa menyediakan fasilitas akses internet sehingga anak-anak disekitar masjid bisa belajar tanpa harus memikirkan kuota data. Apalagi tidak semua lapisan masyarakat bisa mengalokasikan anggaran rumah tangga untuk membeli pulsa internet, dan di sinilah Masjid mengambil peran. Seusai PJJ, mereka bisa di didik agama dan akrab dengan masjid,” katanya.

Baca juga:  Ketua DPRD Atang Trisnanto : Tingkatkan Kolaborasi untuk Membangun Kota Bogor

Dikatakan Atang, dia sebagai Ketua DPRD mengaku banyak menerima aduan-aduan masyarakat, baik dari individu maupun LSM mengenai berbagai permasalahan di Kota Bogor, khususnya yang berkaitan dengan remaja dan pelajar.

Persoalan-persoalan itu, kata Atang, sebenarnya lebih bisa diatasi apabila pemberdayaan masjid sebagai pusat pendidikan karakter di lingkungan warga bisa lebih dioptimalkan.

“Seperti tawuran pelajar yang baru-baru ini terjadi. Kita tidak bisa melihat dari satu sisi saja, tapi juga dari sudut pandang lain yang lebih mendasar. Yaitu kurangnya pembinaan kepribadian berbasis agama. Disini, fungsi Masjid sebagai tempat pembinaan umat sangatlah strategis menjadi Madrasah bagi anak-anak sejak usia dini,” ujarnya lagi.

Dalam kesempatan itu, Atang sengaja diundang pihak Mushab Bin Umair untuk melakukan kegiatan seremoni yakni peletakan batu pertama proyek perluasan masjid di lahan 1000 meter.

Perluasan masjid tersebut merupakan salah satu agenda kerja pengurus RW 13 Ciparigi serta pengurus masjid MBU sebagai respon semakin bertambahnya jumlah jamaah masjid serta kebutuhan infrastruktur kegiatan-kegiatan Masjid lainnya pada masa mendatang.

“Membangun Masjid adalah membangun peradaban. Semoga proses pembangunan ini dimudahkan dan dilancarkan. Menjadi amal jariyah bagi yang membangun dan yang memakmurkannya,” harap Atang.(adi)

Tags: , , ,