Kinerja Camat dalam Penanganan Pasar Citeureup Disorot

Pasar CiteureupPasar Citeureup

Citeureup, HRB 

Persoalan pada penanganan penataan pasar tradisional di Desa Citeureup-Kecamatan Citeureup, terkesan mati suri. Hal itu terlihat belum adanya respon tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, termasuk Camat setempat, salahsatunya terkait ruas jalan yang disulap menjadi lokasi lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).

Lembaga Pemerhati Kebijakan Pemerintah (LPKP) Bogor Raya, Rahmatullah menjelaskan jika ketegasan Pemkab Bogor dan bahkan salah satunya Camat Citeureup Ridwan, merupakan kunci solusi penyelesaian semerawutnya persoalan di Pasar Citeureup.

“Pihak terkait seperti Camat, Disdagin, Satpol PP, Dishub dan Perumda Pasar Tohaga harus tunjukkan sikap keseriusan dan ketegasannya. Jika audiensi dan pengecekan lokasi sudah dilakukan sebelumnya, terus kenapa belum juga ada action dan harus tunggu apa lagi,” tegasnya kepada Rakyat Bogor, baru-baru ini.

Senada,Kepala Desa Citeureup, Marwan Hermawan mengatakan pihaknya hanya menanyakan kepastian realisasi, dan ketegasan dari para pemangku kebijakan untuk adanya penataan. Karena sejak beberapa bulan terahir, diakuinya belum adanya penampakan.

Baca juga:  Rapat Lanjutan Soal Semrawut Pasar Citeureup, PUPR Bolos

“Yang diperlukan itu realisasi. Bukan hanya survei, tapi mana kenyataannya, sejak lama mengemuka jadi aspirasi namun hingga kini tak ada tindakan atau gebrakan apapun dari Pemkab,” kata Marwan, belum lama ini.

Wawan menjelaskan, jika intansi terkait yang ada di Kabupaten Bogor, mau serius dalam menanganani persoalan di Pasar Citeureup, pastinya saat ini sudah adanya tindakan yang diharapkan warga. “Kalau serius itu itungan beberapa hari sudah ditindak. Tapi ini sudah berbulan-bulan dan sudah ada pertemuan dengan beberapa pihak, tidak juga ada penampakannya,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi IV, Teguh Widodo menyarankan agar hal ini dikonfirmasikan terhadap dinas terkait. Bahkan, pihaknya menginformasikan jika sudah adanya survei oleh Sekertaris Daerah (Sekda). “Mangga yang ini bisa ditanyakan juga ke dinas terkait atau ke Sekda. Karena, infonya Sekda Burhanudin sudah survei,” singkatnya. (Asb)

Tags: