Kota Bogor Masuk PPKM Level 1 Danrem: Hati-Hati Gelombang Ketiga COVID-19

Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakencana, Brigjen TNI Achmad Fauzi

Kota Bogor – Masyarakat diminta tak abai dalam menerapkan protokol kesehatan atau prokes, meskipun Kota Bogor saat ini berada dalam PPKM Level 1. Namun warga diminta tetap waspada.

Harapan itu disampaikan Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakencana, Brigjen TNI Achmad Fauzi, di Bogor, Rabu (3/11/2021).

Danrem mengatakan, meski status PPKM Kota Bogor turun ke level 1, tetapi masyarakat jangan abai untuk menerapkan prokes disetiap saat dan waktu. Satgas Covid-19 Kota Bogor juga akan tetap melaksanakan patroli gabungan untuk memburu masyarakat yang melanggar prokes.

“(Operasi) tetap kita laksanakan, karena kita belum masuk gelombang ke tiga. Kita tidak berharap ada gelombang ketiga. Kalau masyarakat mungkin lengah dan tidak peduli dengan prokes artinya kita nunggu giliran gelombang ketiga,” kata Brigjen Achmad.

Untuk itu, dirinya berharap Satgas Covid-19 gabungan TNI/Polri kemudian Satpol PP, dan seluruh stakeholder yang terlibat agar tak lelah untuk selalu mengingatkan masalah prokes.

“Kita akan menyampaikan terus, kita belum selesai berperang dengan covid. Ini akan terus terjadi jika tidak ada kesadaran dan kepedulian dari semua masyarakat,” ucapnya.

“Kadang memang ada masyarakat yang harus selalu diingatkan, kita tidak akan pernah lelah untuk berhenti mengingatkan itu karena jelas sanksinya ada, kemudian kita akan sampaikan secara humanis pertama, tapi jika itu tidak bisa, mau gak mau kita akan terapkan aturan yang sebenarnya. Karena kita sebenarnya saling menjaga dan saling melindungi,” tambahnya.

Baca juga:  Jadi Solusi Masalah Sampah, ini Tiga Loksi TPST yang Disiapkan Pemkab Bogor

Sebelumnya, status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Bogor akhirnya turun ke level 1.

Keputusan itu tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, Dan Level 1 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali, yang diteken Mendagri Tito Karnavian pada Senin (1/11/2021).

Instruksi Mendagri mulai berlaku pada 2 November 2021 sampai dengan tanggal 15 November 2021.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kota Bogor, penambahan kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 hanya satu, dan yang masih dalam perawatan sebanyak 27 pasien, sedangkan nihil kasus meninggal dunia pada Selasa (2/11/2021).

Jumlah kasus warga Kota Bogor yang terkonfirmasi positif tercatat sebanyak 37.567 pasien, selesai isolasi/sembuh sebanyak 37.016 pasien, dan 524 pasien dinyatakan meninggal dunia. (djm)