Legalitas Peternakan Ayam Buanajaya Tanjungsari Dipertanyakan

Foto; peternakan ayam Desa Buanajaya Kecamatan Tanjungsari.(HRB)

TANJUNGSARI -Polemik peternakan ayam di kampung Gobang Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, terus bergulir. Pasalnya dari ke Tiga ternak ayam tersebut, disinyalir belum mengantongi izin lengkap dari dinas terkait.

Lim Meuw Hin salah satu pemilik ternak ayam Broiler atau layer yang berlokasi di Kampung Gobang Rt 01/01 Desa Buanajaya, menjelaskan jika usaha yang dijalaninya hanya memiliki ijin lingkungan dan Surat Keterangan Usaha (SKU). Sementara untuk ijin Tanda Pendaftaran Peternakan Rakyat (TPPR) pihaknya mengaku tidak ada.

“Saya jalani usaha ini baru sekitar Tujuh bulan. Jumlah ternak ayam pun tidak banyak, hanya sekitar 2.500 ekor. Kalau urusan ijin yang mendetail itu lebih jelasnya tanyakan dengan pak kades,” kata Lim, kepada HRB, Kamis (08/07/2021).

Di lokasi berbeda, ternak ayam Broiler atas nama pemilik Rosdiana yang dipercayakan kepada Rahmat selaku mandor ternak, mengaku jika terkait perijinan usaha tersebut diakuinya tidak tahu menahu.

“Saya tidak tau. Cuma kalau ada Satpol PP yang datang, selalu bilang untuk sampaikan sama bos agar segera memperpajang perijinan dan itu sudah saya sampaikan kepada bos. Karena saya belum lama bekerja disini dan baru tiga kali panen,” ujar Rahmat.

Baca juga:  Kades Situsari Minta Pemkab Berikan Solusi Masalah Banjir

Rahmat nenuturkan, dari sepengetahuan dirinya, jika setiap panen ayam selalu memberikan kontribusi kepada lingkungan yang ada di Dua kampung Desa Buana Jaya Kecamatan Tanjungsari.

“Uang sebesar Lima Juta Rupiah, untuk Dua kampung yang ada disekitar. Sedangkan untuk Bhinmas, Babinsa, Satpol- PP sebesar Dua juta dan Linmas masing-masing Tiga ratus ribu yang kemudian sisanya untuk desa,” ucap rahmat

Hal yang sama juga di katakan Eman Mandor ternak Broiler milik Suranto Puji Rahyono. Mengaku jika untuk ijin Tanda Pendaftaran Peternakan rakyat (TPPR) tidak dimiliki.

“Hanya ada ini doang, sambil menujukan berkas yang isinya SKU dan tandatangan masyarakat sekitar,” ucap Eeman.

Menanggapi ini, Kepala Desa Buanajaya, Sudrajat saat di temui di kantornya menjelaskan, untuk Dua ternak ayam telur sudah diberikan ijin SKU. Karena sebelumnya warga sudah mengizinkan.

“Untuk TPPR saya tidak tau, karena untuk ayam potong, informasi yang saya tahu lagi dalam proses pengajuan. Sedangkan untuk saat ini, saya belum tahu ijinnya keluar apa belum. Karena sampai saat ini belum ada lagi informasi ke desa,” tukasnya.(Gus/As)