Main-main Dengan Duit Pembangunan Masjid Agung, Wakil Rakyat Membisu Seribu Bahasa?

Kota Bogor – Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor terus menuai kontroversi. Penyebabnya tak lain sikap ambigu para jajaran legislatif di Kota Hujan dalam menyikapi mangkraknya proyek yang sudah menginjak tahun keenam ini.

Hampir rata-rata mereka yang mengaku sebagai wakil rakyat itu, memilih diam seribu bahasa saat ditanya tanggapan terkait permasalahan yang menggelayut pada proses pembangunan yang sudah menyedot  anggaran rakyat dari pelbagai sumber mulai dari Banprov, APBD hingga APBN.

Anggota Komisi III, Lania Sari misalnya. Tiga kali dicoba dihubungi usai dilayangkan pesan singkat mengenai tanggapannya terkait Masjid Agung, tetap tak bergeming.

Keanehan kian kentara setelah Wakil Ketua DPRD Eka Wardhana mengangkat telepon. Dirinya memang menyatakan jika pembangunan Masjid Agung Kota Bogor menjadi sorotan dan bahkan sedang menjadwalkan untuk melakukan kunjungan.

Namun saat ditanya mengenai masalah terkait mangkraknya proyek tersebut, politisi Partai Golkar itu melemparnya kepada Komisi III. “Wah, kalau soal itu silahkan tanya Komisi III karena mereka yang membidangi. Kalau saya yang jawab, takut salah. Nanti disalahkan teman-teman,” ungkapnya.

Kondisi ini tentunya menimbulkan persepsi negatif dari sejumlah kalangan. Cendikiawan muda Kota Bogor, Ay Shogir bahkan menyebut bukan tidak mungkin ada konspirasi untuk menutup kegagalan pembangunan Masjid Agung Kota Bogor.

“Patut dipertanyakan ada apa. Kalau semua diam artinya ada yang tidak beres. Itu uang rakyat dan untuk pembangunan rumah Allah, bukan mendoakan, naudzubillah, tapi hati-hati azab Allah,” kritik Shogir.

Lebih lanjut Shogir juga mengaku kecewa dengan sikap aparatur di Kota Bogor yang seakan-akan kompak menutupi kesalahan terkait keterlambatan proyek tersebut. “Jika ada masalah, masyarakat juga harus tahu, jangan ditutupi oleh internal agar tidak menjadi bahan gunjingan diluaran. Sikap aparatut Kota Bogor itu tak baik dalam proses demokrasi kita,” cibirnya.

Baca juga:  Bima Arya Tarawih dan Pawai Obor Bersama Warga

Sebelumnya, Ketua MUI Kota Bogor, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH. Muhammad Mustafa Abdullah bin Nuh meminta kepada pihak-pihak terkait untuk bisa secepatnya menyelesaikan pembangunan Masjid Agung Kota Bogor yang sudah mangkrak selama lima tahun.

“Saya tidak tahu permasalahannya seperti apa pada awalnya. Namun, saya berharap kepada pihak-pihak terkait agar bisa secepatnya menyelesaikan pembangunan Masjid Agung Kota Bogor,” kata Kiyai yang biasa disapa Ustad Toto ini kepada Pelita Baru, Senin (8/11/2021).

Terlebih menurutnya, dilihat dari fungsinya, keberadaan Masjid Agung Kota Bogor cukup strategis dan menjadi kebutuhan ummat, khususnya warga sekitar. “Saya sendiri pernah, kalau tidak salah, tiga Jumat yang lalu, kebetulan sedang berada di sekitar Masjid Agung. Mencari masjid susah, sampai harus shalat di masjid yang ada di Telkom,” paparnya.

Ditanya terkait kisruh terkait keterlambatan, Ustadz Toto berharap, masing-masing pihak yang memiliki kewenangan mau beritikad baik untuk menyelesaikan proyek yang sudah menghabiskan dana hingga Rp130 miliar tersebut.

“Tentunya, kami berharap bisa segera selesai. Karena bagaimana pun, Masjid Agung Kota Bogor adalah dambaan warga. Kepada pihak-pihak yang terkait, saya juga berharap bisa segera menemukan solusi terbaik agar pelaksanaan pembangunan Masjid Agung Kota Bogor bisa segera terwujud,” imbuhnya. (fuz)