Mendiamkan Masalah Lahan, Sembilan Bintang Somasi Camat, Kapolsek dan Danramil Cijeruk

 

CIJERUK, HRB

KONFLIK lahan Cijeruk diatas tanah 39 hektar yang berlokasi di Kampung Luwuk Desa Cijeruk Kabupaten Bogor belakangan kian memanas.  Bahkan, sikap diam unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Cijeruk, berujung somasi dari Kuasa Hukum penggarap.


Kuasa Hukum penggarap lahan Adv. Rd. Anggi Triana Ismail, S.H menyatakan,  dirinya bersama tim kuasa hukum para penggarap lahan telah melayangkan somasi kepada pihak Camat Kecamatan Cijeruk, Kepala Kepolisian Sektor Cijeruk, Komandan Rayon Militer Cijeruk.

“Adapun isi tuntutan somasi tersebut diantaranya adalah segera menjalankan Undang-Undang untuk perlindungan hukum kepada segenap hak-hak masyarakat, memberikan sanksi tegas berdasarkan hukum terhadap PT. Bahana Sukma Sejahtera yang diduga telah melakukan perbuatan hukum, melakukan permintaan maaf kepada masyarakat Cijeruk dan seluruh penggarap lahan atas adanya sikap terlambat dan atau diam terhadap permohonan yang  telah diajukan dua bulan lamanya,” ujar Rd. Anggi Triana Ismail kepada media pada 29 November 2023.

Lanjut kuasa hukum para penggarap lahan, juga menegaskan secara serius, apabila masih diam juga dengan somasi yang kami layangkan, maka kamipun akan ajukan aduan dan gugatan ke instansi masing-masing dan ke Pengadilan Negeri setempat.

“Diamnya forkopimca diduga telah melanggar ketentuan perundang-undangan diantaranya adalah Pasal 28 D ayat (1)  Undang-Undang Dasar Republik Indonesia “Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum”. Disatu sisi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, UU No. 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia,” pungkas Anggi.

Akibat diamnya forkopimca diduga telah mengakibatkan kekacauan dilapangan, diduga ada pengrusakan beberapa lahan hijau milik penggarap, sehingga diduga menyebabkan bencana alam yang terjadi diwilayah sekitar diantaranya banjir bandang & longsor. Masih diam juga dengan teguran alam yang terjadi, ini sudah kacau Forkopimca Cijeruk.

“Kasus yang bermula dari saling klaim lahan antara PT BSS dan Para Penggarap Lahan, sudah menyita perhatian publik. Dari sejak tahun 2022 sampai dengan saat ini, permasalahan ini terkesan didiamkan dan tidak menemukan titik tuntas. Muspika dan Muspida diminta untuk turun tangan guna menyelesaikan permasalahan ini,” tutup Anggi.  (Ozi)

Baca juga:  Perbup 70 Tahun 2022 Mengatur Tiap Desa Mendapatkan Hak Sesuai Dengan Potensinya, BHPRD Desa Siap Bisa Dicairkan

Tags: ,