Misteri Dibalik Gunung Pancar Sentul

Babakanmadang – Gunung Pancar berada di Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakann Madang, Kabupaten Bogor. Gunung ini penuh dengan mitos. Konon menurut masyarakat setemapt, gunung ini disebutkan sebagai awal dan akhir kehidupan di muka bumi.

Dulu sebelum ada kehidupan di bumi, saat itu belum ada gunung dan kerap kali tempat ini berguncang serta sering memporak porandakan isinya. Meskipun tidak seberapa tinggi yakni 800 mdpl

Kabarnya karena sering berguncang, muncullah sesuatu yang besar yaitu Gunung Pancar.

Menurut Ki Sabilly warga Desa Karang Tengah, tempat ini juga menjadi tempat para pengunjung yang ingin mempelajari hal-hal gaib. Gunung Pancar dipercaya sebagai pondasi bumi yang utama. Kata pancar sendiri berarti tongga atau pasak. Jika gunung ini hancur karena letusannya, maka itu pertanda hancurnya alam semesta.

“Konon, gunung ini dipercaya sebagai pusat kerajaan gaib para makhluk halus,” kata Ki Sabilly, kepada rakyatbogor.net, Minggu (21/11/2021).

Beberapa tokoh legenda disini, kata Ki Sabily, terdapat makam Mbah H Dalem Putih, Ki Mas Bungsu, Mbah Raden Lawulung, Mbah Raden Surya Kencana, Mbah Kalijaga dan lainnya.

Baca juga:  Pelaksanaan Program PDAM Tirta Pakuan Dikawal Jaksa

“Ada satu benda pusaka yang diburu dan misterius, yakni besi koneng yang memiliki cahaya beroenndar serta berdaya gaib tinggi. Ini diperkirakan peninggalan tokoh sakti yang ada di dalam salah satu makam keramat disana,” terangnya.

Selain itu, makam Mbah Putih ini juga menjadi tempat wisata religius warga dari berbagai wilayah. Setiap harinya, para peziarah mendatangi lokasi tersebut, untuo sekedar mendokan.

” Mereka datang untuk sekedar berziarah, baik siang maupun malam selalu ramai,,” ujarnya.

Untuk menuju Gunung Pancar yang memiliki ketinggian kurang lebih 800 meter mdpl,  bisa melewati tol dan keluar di Gerbang Tol Sentul Selatan kemudian terus mengikuti jalan melewati Desa Babakan Mandang dan Desa Karang Tengah.

Kondisi jalannya sudah beraspal dan cukup baik dengan jarak kurang lebih 13 kilo neter dan waktu tempuh kurang lebih 20 menit.

” Jika  menggunakan motor atau sepeda, bisa melewati Desa Sukaraja yang tembus ke Sentul Selatan juga. Namun yang perlu diingat adalah medan sebuah gunung membutuhkan tenaga ekstra,” tutupnya.(Asb)