Jumat Pemkab dan Polres Bogor Berlakukan Ganjil Genap

Puncak Bogor– Kebijakan ganjil genap kendaraan di kawasan Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, akan diterapkan mulai Jumat (3/9/2021). Kebijakan ini untuk pertama kalinya dilakukan Pemerintah Kabupaten Bogor dan Polres Bogor, untuk mengurai kemacetan dan kepadatan di jalur wisata tersebut, terutama di akhir pekan.

Kapolres Bogor AKBP Harun mengatakan, pemberlakukan ganjil genap ini terlebih dulu akan dilakukan uji coba setiap akhir pekan, mulai dari Jumat, Sabtu dan Minggu. “Nanti kita lihat apa kekurangan dan kelebihannya selama uji coba ganjil genap kendaran ini,” kata Harun usai rapat bersama Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor, awal pekan kemarin.

Menurut Harun, selain di kawasan Puncak, ganjil genap juga nantinya akan diberlakukan di sekitara Sentul, Babakanmadang. Mengingat, kata lanjut Harun, kawasan Sentul memiliki keterkaitan dan kerap menjadi jalur alternative menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

“Sambil melakukan uji coba, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan masyarakat di kawasan Puncak,” terang Harun.

Soal kapan waktu pelaksanaan ganjil genap, Harun mengatakan, peraturan in iakan dimulai Jumat siang, pagi dan malam hari. Pemberlakukan ganjil genap ini akan berlaku bagi seluruh kendaraan, baik yang berasal dari wilayah Bogor maupun luar bogor.

Baca juga:  Untung Kurniadi Nahkodai PGI Kota Bogor 2022-2026

“Kecuali untuk kendaraan darurat, seperti ambulans, angkot, damkar, kendaraan kesehatan, logistik dan sejenisnya,” papar Harun.

Selain ganjil genap, Satgas COVID-19 Kabupaten Bogor juga akan melakukan penyekatan dan meminta setiap pengendara memperlihatkan sertifikat vaksinasi minimal dosis pertama untuk masuk ke kawasan Puncak yang sebelumnya diizinkan oleh petugas.

Pemberlakukan ganjil genap kendaraan ini merupakan imbas dari kepadatan dan kemacetan parah di kawasan Puncak, pada akhir pekan kemarin, atau sepanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

Bahkan, kondisi ini menjadi sorotan pemerintah pusat, dan meminta Pemerintah Kabupaten Bogor mengambi langkah untuk mengatasi hal tersebut. “Ketika ada pelonggaran biasanya masyarakat menganggapnya apapun sudah diperbolehkan, sehingga akhirnya masyarakat ramai-ramai mengunjungi kawasan Puncak,” kata Bupati Bogor Ade Yasin.

Menurut dia, kepadatan di jalur PUncak merupakan imbas dari PPKM level 3, meskipun sebenarnya Pemerintah Kabupaten Bogor belum mengizinkan tempat wisata untuk dibuka kembali.

“Kita sepakat akan berlakukan sistem ganjil genap, namun sementara kita lakukan uji coba dulu sambil kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat,” ujar ketua DPW PPP ini. (dkw)