Paguyuban Silat Kujang Taruna Lestarikan Budaya

Foto: Jajaran Pengurus Paguyuban Kujang Taruna dan Para Atlet Pencak Silat Kecamatan Pamijahan.(HRB)

PAMIJAHANDalam rangka melestarikan dan mengembangkan olah raga diri pencak silat,Pengurus Paguyuban Silat Kujang Taruna menggelar Musyawarah untuk memilih Kepengurusan Baru yang di gelar Di Gedung Serba Guna Kecamatan Pamijahan Sabtu (12/06). Terbentuknya Pengurus baru Paguyuban Silat Kujang Taruna yang dihadiri oleh seluruh komponen Masyarakat dan Tokoh tersebut mendapat apresiasi dari Ketua IPSI Kecamatan Pamijahan. 

Dalam Musyawarah tersebut, Maulana Yusup terpilih sebagai Ketua Paguyuban Pencak Silat Kujang Taruna Kecamatan Pamijahan masa bakti 2021-2026.

 Yusup mengatakan, Paguyuban ini mempunyai tugas penting dalam melestarikan dan mengembangkan olahraga serta budaya pencak silat di wilayah Pamijahan karena wilayah pamijahan mempunyai segudang potensi dalam hal pencak silat. “kita akan kembangkan warisan pencak silat ini dari mulai anak usia dini hingga perguruan tinggi. karena ini merupakan warisan budaya leluhur sekaligus bagian dari olahraga yang sudah mendunia”.jelas Yusup

Baca juga:  Sungai Cigatet Dinormalisasi

 Ditempat yang sama, Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Pamijahan, Ade Taufiqurrahman menjelaskan, Kujang Taruna didirikan di Pamijahan sebagai wadah persemaian kebudayaan asli nusantara pencak silat. Kata mijah (telor) menjadi perintis kudjang (pajajaran) menumbuh kembangkan kebudayaan asli supaya tidak tergerus zaman. 

“Kujang merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Taruna adalah pemuda, calon kader. Jadi kujang taruna adalah pemuda atau generasi atau calon kader bangsa yang mampu merefleksikan pemikirannya dengan tajam dan daya kritis terhadap bangsanya melalui kebudayaan pencak silat yang mulai ditinggalkan,” bebernya.(Haidy)

 

Tags: ,