Pakar Hukum dan Pengacara Gelar ‘Cucurak’ Sambut Ramadan dengan Suasana Keberkahan

KABUPATEN BOGOR, RBN – MEMASUKI bulan puasa tahun 2024 Masehi atau Ramadan 1445 Hijriyah, Pakar Hukum dan Pakar Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Yenti Garnasih dan Pengacara Anggi Triana Ismail dari Kantor Hukum Sembilan Bintang gelar ‘Cucurak’ dalam tangka menyambut bulan puasa ramadan tahun ini di Kebun Teduh Resto Bojong Koneng, Babakan Madang Kabupaten Bogor pada Minggu, 10 Maret 2024.

Yenti Garnasih mengatakan, dalam konteks bulan Ramadan yang dianggap istimewa, berharap bahwa suasana keberkahan dan rahmat yang dipercayai hadir dalam bulan ini dapat mempengaruhi pandangan dan sikap masyarakat. Terlebih setelah melalui proses pemilu yang belum selesai, diharapkan adanya pencerahan dan kecerahan dalam penyelesaian yang dilakukan di lingkup yang hikmat dan penuh dengan kebenaran.

“Berbagi kebahagiaannya karena diundang pada hari yang mungkin menjadi hari terakhir sebelum masuk bulan puasa. Meskipun menyambut Ramadan dengan kebahagiaan bersama keluarga, ia tetap menyampaikan pesan serius terkait pentingnya rendah hati, belajar, dan meningkatkan kualitas hidup setiap tahunnya,” tutur Yenti Garnasih. 

Yenti Garnasih senang dengan pertemuan ini, yang diwarnai dengan candaan, tetapi di baliknya terdapat refleksi tentang pentingnya menjalani kehidupan yang etis dan bermoral, sesuai dengan nilai-nilai kebaikan yang kita dianut. Saya juga berharap agar setiap Ramadan membawa perbaikan kualitas hidup dan kesadaran yang lebih dalam terhadap nilai-nilai Islam.

Baca juga:  Santunan Ramadan : Membangun Keberkahan dan Toleransi di SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo

Sementara itu Anggi Triana Ismail dari kanyor hukum Sembilan Bintang menyampaikan, salah satu hadist Imam Ahmad, Allaahumma baarik lanaa fii rajaba wasya‘baana waballighnaa ramadlaanaa, yang artinya ‘Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan’.

“Satu doa ringkas penuh makna yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Satu doa yang bertujuan mengingatkan setiap mukmin untuk bersegera dan berlomba-lomba menyiapkan diri, baik secara lahir maupun batin untuk menyambut datangnya bulan mulia, bulan penuh limpahan keberkahan, bulan suci, bulan istimewa yang penuh rahmat, ampunan. Bulan yang menjadi washilah kita bisa terhindar dari siksaan api neraka, yaitu bulan Ramadhan,” ujar Anggi Triana. 

Lanjut Anggi Triana, namun perlu digaris bawahi oleh seluruh umat mukmin khusus nya di Indonesia, jangan pernah dan sekali-kali menjadikan bulan suci ini hanya dimaknai sebagai aksi ceremonial. Hanya sebatas stasiun peristirahatan belaka tanpa memaknainya jauh lebih dalam, agar perbuatan-perbuatan zalim dalam diri dapat diubah dan tampil sebagaimana hamba tuhan yang berintegritas serta berkualitas. 

“Sehingga perilaku-perilaku koruptif dan zalim dapat diminimalisir diatas muka bumi nusantara. Dan Indonesia dapat menjadi bangsa negera ‘baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur’ yang artinya, sebuah negeri yang mengumpulkan kebaikan alam dan kebaikan perilaku pendudukny,” tutupnya.

Tags: , , ,