Pasar Citeureup Semerawut, Dewan-Kades Berjuang Untuk Warga

CITEUREUP.HRB

Sengkarut persoalan penataan Pasar Citeureup yang berlokasi di Desa Citeureup Kecamatan Citeureup Kabupaten Bogor, juga mendapat respon positip dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi IV, Teguh Widodo. Selain itu Kepala Desa Citeureup Marwan Hermawan pun berjanji akan berjuang untuk masyarakatnya.

Hal ini diakui pihaknya, setelah melakukan pertemuan lanjutan bersama pihak desa dan tokoh masyarakat dan perwakilan PURP Kabupaten Bogor melalui UPT Jalan dan Jembatan Wilayah Cileungsi, bertempat di Kantor Desa Citeureup, Senin (1/10/2021).

“Saya akan terus mengawal persoalan Pasar Citeureup, agar Pemda Kabupaten Bogor bisa lebih serius,” terang Teguh Widodo, kepada rakyatbogor.net, Senin (1/10/2021).

Menurutnya, persoalan Pasar Citeureup merupakan puncak yang selama ini dirasa masayarakat. Karena, dampak masyarakat yang jika aspirasinya tidak direalisasikan, maka dikhawatikan akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.

“Pasar Citeureup ini lokasi strategis, artinya dari PAD dan pajak yang selama inj masuk Pemda Cukup besar. Tapi, dari yang kita lihat puluhan tahun kondisinya masih seperti ini,” jelasnya.

Terkait dari respon dinas terkait hasil pertemuan lanjutan ini, yang baru pertemuan dengan pihak Dinas PUPR.

Mereka akan melakukan survei dan sudah diajukan anggarannya.

“Sebenarnya anggarannya selama ini sudah diajukan, tapi tetap akan kita kawal terus agar cepat terealisasi,” paparnya.

Sementara itu, UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah Cileungsi pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Aep Saepul menjelaskan jika pertemuan lanjutan tersebut membahas tentang anggaran pengajuan Tahun 2022, tentang normalisasi Drainase dan pelebaran jalan sabilillah Citeureup yang lokasinya berada di lingkungan pasar Citeureup.

Baca juga:  Fasos Fasum Griya Anggraini Tidak Jelas, Dewan Sebut Dinas Terkait Lalai

“Barusan kita membahas pengajuan pada tahun 2022, untuk drainase dan pelebaran jalan sabilillah citeureup. Karena banyaknya komplain soal banjir,” katanya.

Namun terkait jalan lingkar pasar angkutan umum yang beralih fungsi, Aep mengaku jika pihaknya menyarankan untuk berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.

“Itu kewenangannya di Satpol PP dan Dishub,” ujarnya.

Kades Citeureup, Marwan Hermawan berharap dengan adanya pertemuan lanjutan bersama dinas terkait dan anggota dewan, bisa terealisasi. Karena, persoalan ini sudah puluhan tahun dan belum adanya tindakan nyata dari intansi terkait.

“Saya siap mengorbankan jabatan ini, semua demi memperjuangkan aspirasi masyarakat yang sudah bertahun-tahun tidak pernah digubris keluhannya,” terangnya.

Persoalan tersebut, kata Wawan, seperti hilangnya terminal Citeureup, alih fungsi jalan yang dikuasai Pedagang Kaki Lima (PKL), dampak banjir. Semua itu, pihaknya meminta adanya kejelasan dari intansi terkait.

“Tentunya, saya minta jalan sesuai fingsinya. Karena selain perawatan, fungsinya juga harusnya jelas, termasuk terminal juga kemana yang dulu ada dan sekarang hilang, itu yang menjadi PR Pemda Bogor untuk bisa merealisasikan sesuai aspirasi warga kami,” tutupnya.

Sebelumnya, Puluhan Tokoh Masyarakat Desa Citeureup bersama Kepala Desa, mendatangi kantor Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Minggu (31/10/2021). Mereka menuntut penataan pasar Citeureup yang selama ini dinilai sememerawut. Pasalnya, berbagai persoalan banyak terjadi di Pasar Citeureup dan belum adanya tindakan kongkret dari intansi terkait. Persoalan tersebut, seperti hilangnya terminal, hilangnya jalan angkutan umum yang beralih fungsi menjadi lapak PKL, berdampak banjir, dan banyaknya sampah.(Asb).

Tags: ,